JAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Seperti perlombaan saja, setelah TNI AL bekerjasama dengan BNN dan Bea Cukai membongkar penyelunduan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 ton lebih, kini Polda Metro Jaya mengungkap kasus penyelundupan narkoba 240 kg jenis sabu-sabu, dan 6 bungkus plastik tablet ektasi berjumlah 30.000 butir

Uniknya, penyelundupan ini diatur oleh narapidana yang saat ini berada di lembaga pemasyarakatan Jakarta. Di samping itu modusnya juga unik. Narkoba dimasukkan kedalam mesin cuci untuk mengelabuhi petugas.

Kapolri Muhammad Tito Karnavian Senin (12/2/2018) menjelaskan, jaringan narkoba tersebut, dikendalikan seorang narapidana dari dalam lapas di Jakarta. Namanya Indrawan. Dialah yang berkordinasi dengan tersangka Lim Tong Hin warga Malaysia untuk menjalankan peredaran narkoba ini. Jadi tersangkanya adalah Joni, Andi, dan Indrawan. Indrawan ditangkap duluan karena berada di Lapas.

Polisi berhasil menangkap ketiga pelaku. Tersangka Lim Toh Hing ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Dia (Lim Toh Hing) ditembak karena berusaha melawan saat olah TKP di lokasi penggerebekan. Saat dilarikan ke rumah sakit, sudah meninggal.

Menurut Tito, penyelundupan narkoba dengan mesin cuci merupakan modus baru. Sebelumnya, penyelundupan sabu-sabu biasanya dilakukan dengan menyembunyikan barang bukti di sparepart kendaraan hingga di dalam beton.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU tentang narkotika. “Ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” jelasnya. (fur)