Cakrawala News
Portal Berita Online

Penyekatan Hari Pertama, Tim Gabungan Periksa Pengendara Berpelat Luar Kota

0 502

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Tak mau kecolongan, Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan bersama Dandim 0803/Madiun, Letkol Inf Edwin Charles, langsung melakukan penyekatan usai apel penyekatan Kota Madiun, Kamis 21 Januari 2021. Hal ini dikatakan Kapolres, sebagai salah satu upaya untuk menekan angka penularan Covid-19 di Kota Pendekar.

Titik pertama yang dilakukan penyekatan adalah pertigaan Te’an, Kota Madiun. Satu persatu, baik kendaraan roda dua maupun empat diperiksa oleh petugas. Mulai dari kelengkapan surat-surat kendaraan, identitas hingga surat bebas covid-19 (virus Corona).

“Pelaksanaan penyekatan menyesuaikan kondisi di lapangan dengan memperhatikan kepadatan lalu lintas. Pembatasan masuk Kota Madiun ini bakal terus kita lakukan selama PPKM,” ujar Kapolres

Dijelaskan Kapolres, beberapa warga luar kota yang terjaring razia dan tidak dapat menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19, atau hasil rapid test non reactive terpaksa harus putar balik. Meskipun demikian, pihaknya tetap memberikan pengecualian kepada warga yang memiliki kepentingan mendesak, seperti pengobatan. Namun bagi pelanggar protokol kesehatan, tetap akan diterapkan sidang di tempat.

“Kita tidak tahu transmisinya di mana. Dengan kegiatan ini, kami harapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk segera memeriksakan diri dan memastikan bebas Covid-19,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi yang turut memantau kegiatan penyekatan oleh tim petugas gabungan mengatakan, Kebijakan itu diterapkan karena tren kasus pasien konfirmasi positif Covid-19, di Kota Madiun terus meningkat. Sedangkan tingkat kesembuhan pasien rendah dan tingkat kematian akibat Covid-19 cukup tinggi.

Orang nomor satu di Kota Pendekar ini menjelaskan, surat keterangan bebas Covid-19 ini adalah jaminan terhadap warga dan lingkungan yang menjadi tempat tujuan bepergian. Untuk itu, dengan adanya kebijakan ini, Maidi berharap masyarakat semakin disiplin dan taat protokol kesehatan.

“Mari kita jadikan surat bebas Covid-19 ini sebagai kebutuhan bukan kewajiban. Kalau masyarakat memiliki surat tersebut, itu sebagai jaminan rasa aman untuk diri sendiri dan orang lain kemanapun kita pergi,” kata Maidi.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.