Penukaran Uang di Maluku Utara Capai Rp 1,1 Triliun

TERNATE,CAKRAWALA.CO – Bank Indonesia Regional Maluku Utara mencatat penukarang uang pecahan kecil hingga besar dibulan Ramadan dan kebutuhan Idul Fitri di Provinsi Maluku Utara mencapai Rp 1,1 Triliun.Prediksi tersebut melenceng dari total prediksi BI yang hanya mencapai Rp 800 Miliar.

“Tanggal 29 Mei 2019 mencapai Rp 700 Miliar  hari ini diperkirakan mungkin Rp 200 Miliar. Ini belum terhitung di pelayanan kas titipan kita di wilayah Halmahera jadi diperkirakan totalnya 1,1 Triliun,” ungkap Dwi Tugas Waluyanto, Kepala BI Regional Maluku Utara, Jumat, 31 Mei 2019.

Ia mengaku,BI telah menyiapkan jumlah uang yang memadai sehingga berapa pun permintaan penukaran dari masyarakat bisa di penuhi. Pelayanan Penukaran uang kepada masyarakat  sebelumnya dilakukan BI melalui pelayanan kas keliling meski begitu warga memilih mendatangi langsung kantor BI mengingat hari ini merupakan hari akhir  pelayanan penukaran.

“ Hari ini hari terakhir.karena waktunya pendek maka kita perpanjang pukul 16.00 WIT.Tahun ini penukaran uang jauh tinggi dibanding tahun sebelumnya  Peningkatan terakhir terjadi di akhir akhir Ramadan,” akuinya Dwi.

Minat warga dalam penukaran uang dipengaruhi THR pegawai yang telah cair dan daya beli masyarakat meningkat.Kebanyakan warga melakukan penukaran uang pecahan  kecil diantaranya Rp 2000,Rp 5000, dan Rp 10.000 untuk pemberian angpao lebaran.

Nasarudin salah satu,warga mengungkapkan penukaran uang jumlah kecil sudah menjadi tradisi dan budaya saat Ramadan ketika mudik di kampong halaman.

“ Kalau ada sanak saudara yang datang terutama anak –anak maka kita wajib memberikan mereka dengan pecahan uang Rp 5000 dan Rp 2000,” kata nasarudin.***(IVN/ID)

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: