Cakrawala News
Portal Berita Online

Penjual Sayur di Solo Meninggal Lantaran Covid-19.DKK Lacak Para Pembeli

0 315

 

SOLO CAKRAWALA.CO,-Pemilik toko sayuran serta bahan makanan yang berlokasi di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo,Jawa Tengah.Meninggal setelah terkonfirmasi COVID-19. Selain tidak mau menutup toko, keluarga juga disebut tidak kooperatif kepada petugas.

 

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan kesulitan melakukan pelacakan terhadap kontak erat pemilik toko. Keluarga tidak kooperatif saat dimintai keterangan hingga akhirnya tidak bisa menjalani tes swab.

 

ads bukopin

“Harusnya hari ini kita swab kontaknya. Tetapi keluarga tidak bisa dihubungi. Saat dimintai keterangan Puskesmas, mereka tidak kooperatif,” kata Siti.Jumat (13/11/20). Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan pemangku wilayah untuk mengawasi keluarga tersebut. Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk membantu mengawasi. “Kita minta bantuan camat, lurah, RT, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mengawasi. Ini kan sebenarnya untuk memutus mata rantai COVID-19,” jelas Siti.

 

Siti mengatakan pemilik toko sayur itu sebelumnya dirawat di rumah sakit sebagai suspek. Baru pada 7 November 2020 dia dinyatakan positif Corona.

 

Seperti diketahui,seorang pemilik toko sayur dan bahan makanan di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, meninggal setelah dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19. Sebelum pemilik meninggal, toko sayur itu tetap buka meskipun sudah diminta tutup.

 

Lurah Mojo, Margono, mengatakan seorang pemilik toko sayur tersebut diketahui positif Corona sejak beberapa hari yang lalu. Dirinya mengaku telah meminta agar toko ditutup untuk sementara waktu.

 

“Pemiliknya (positif Corona) mondok itu sejak Sabtu (7/11) atau Minggu (8/11) kemarin. Itu langsung kita sampaikan kepada anak dan RT-nya agar ditutup dulu,” kata Margono

Namun tanpa sepengetahuan Margono, toko sayur tersebut ternyata masih tetap buka. Padahal, toko tersebut diketahui memiliki cukup banyak pelanggan.

“Kita tidak tahu kok ternyata masih buka. Tetapi sejak kemarin sudah ditutup, hari ini juga tutup,” ujar Margono.

 

Margono mengaku masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo untuk melacak siapa saja pembeli yang datang ke toko itu dalam beberapa hari terakhir. Pihaknya juga belum tahu terkait kemungkinan akan dilakukan tes swab massal.

“Rencana untuk swab massal kita belum tahu. Kita masih menunggu DKK,” ujar dia. Terkait pemulasaraan jenazah, Margono memastikan pemilik toko yang meninggal telah dimakamkan sesuai protokol COVID-19. Keluarga juga diminta melakukan isolasi mandiri.

 

Sementara itu, hingga Kamis (12/11/20),kemarin, jumlah kasus COVID-19 di Solo mencapai 1.512 orang yang positif. 997 orang di antaranya sembuh, 351 orang isolasi mandiri, 95 orang dirawat di rumah sakit, 69 orang meninggal dunia.(AgB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.