Cakrawala News
Portal Berita Online

Penjelasan Walikota Blitar Atas Pandangan Umum Fraksi Soal Tingginya Silpa APBD TA 2021

0 146

BLITAR CAKRAWALA.CO – Walikota Blitar Santoso memberikan penjelasan atas pandangan umum Fraksi DPRD Kota Blitar yang menyoroti soal tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun Anggaran 2021 yang hampir 240 milliar.

Terkait hal ini, Walikota Santoso memastikan bahwa Silpa TA 2021 tersebut akan dimanfaatkan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD tahun 2022. Ia pun akan mendorong OPD yang serapannya minim untuk melakukan penyerapan maksimal.

“Silpa yang cukup besar ini disebabkan karena penyerapan di beberapa OPD belum maksimal. Ini akan kita dorong dan motivasi supaya melakukan percepatan penyerapan anggaran. Nanti di PAK akan kami maksimalkan,” kata Walikota Santoso usai menghadiri rapat paripurna, Senin (6/6/2022).

Ia mengungkapkan, Silpa tersebut juga untuk mempersiapkan agenda besar Pemilu yang akan digelar pada 2024. “Itu harus kami persiapkan pula sehingga tiap tahun ada saving supaya pada tahun 2024 nanti tidak terlalu banyak mengeluarkan anggaran sebab di tahun itu ada tiga even yakni Pileg, Pilkada dan Pilpres,” ujarnya.

Masih terang Walikota Santoso, soal penyerapan anggaran di beberapa OPD yang belum maksimal yang menyebabkan Silpa tinggi, pihaknya akan melakukan evaluasi di internal. Namun begitu terkait penyerapan anggaran, Pemkot Blitar meraih tiga penghargaan, termasuk salah satu kota dengan serapan anggaran tertinggi dari Kemendagri.

“Kemarin kami dapat tiga penghargaan termasuk salah satunya yaitu kota dengan serapan anggaran tertinggi. Ini bukti bahwa Kota Blitar dalam pengelolaan keuangan betul-betul profesional,” tandas Walikota Santoso.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim mengatakan, dalam pandangan umum fraksi terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD Kota Blitar TA 2021 terdapat beberapa catatan diantaranya Silpa yang terlalu tinggi. Ia mengutarakan bahwa Silpa APBD Kota Blitar terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pihaknya akan mengevaluasi soal tingginya Silpa di APBD Kota Blitar TA 2021. “Mengapa itu terjadi, apa saja yang membuatnya demikian, akan kami evaluasi. Gambarannya, memang kemarin dana dari pusat untuk Covid-19, khususnya klaim rumah sakit tinggi dan cairnya di akhir 2021 atau malah awal 2022,” kata dr Syahrul Alim. (Adv/kmf/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.