Cakrawala News
Portal Berita Online

Peningkatan Peran Perempuan dalam Perdamaian sebagai Bagian Diplomasi Perdamian Indonesia

0 26

JAKARTA, Cakrawala.co – Plt. Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata (KIPS) Kementerian Luar Negeri  Republik Indonesia (Kemlu RI), Hari Prabowo menyampaikan materi tentang Peningkatan Peran Perempuan dalam Perdamaian sebagai Bagian Diplomasi Perdamian Indonesia pada Diskusi Terbatas bertajuk “Peran Perempuan dalam Perdamaian”. Diskusi Terbatas diselenggarakan oleh Asisten Deputi Hubungan Luar Negeri, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan, Sekretariat Wakil Presiden pada Senin (21/09/2020) pukul 09:00 WIB.

Menurutnya, Kemlu RI sangat meyakini bahwa partisipasi perempuan dalam perdamian itu perlu ditingkatkan. Secara global partisipasi perempuan dalam upaya peacekeeping, peacemaking maupun peacebuilding itu masih di bawah 15%. Dalam sebuah penelitian menunjukkan keterlibatan perempuan itu dalam proses perdamaian akan meningkatkan prospek perjanjian perdamaian menjadi lebih berkelanjutan hingga 35%.

Hari Prabowo yang juga merangkap sebagai Direktur Perdagangan Komoditas dan Kekayaan Intelektual (PKKI) Kemlu RI menambahkan, “Kemajuan perempuan dalam proses perdamaian merupakan salah satu bagian diplomasi perdamaian Indonesia dan ini merefleksikan upaya kita dalam dunia internasional yang terus mendukung dan memajukan pemberdayaan perempuaan dalam segala aspeknya. Dalam konteks diplomasi perdamaian maka Indonesia berkomitmen untuk memajukan peran perempuan secara signifikan dalam menciptakan perdamaian sebagai agent of peace dan juga sebagai agent of change”.

ads bukopin

Dalam konteks peace & security, tahun ini merupakan tahun yang istimewa karena memperingati 20 tahun Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) No 1325 (S/RES/1325) yang disahkan/ diadopsi pada 31 Oktober 2000.

Peringatan bulan Oktober nanti akan berfokus pada 6 aspek, yaitu mengedepankan kepimpinan perempuan. Kedua, memfasilitasi meaningful participation perempuan dalam proses perdamaian termasuk implementasi. Ketiga, mengecam kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dalam segala bentuk. Keempat, melanjutkan penambahan jumlah peacekeepers perempuan. Kelima, meningkatkan akses keamanan ekonomi dan akses pada sumber daya bagi perempuan yang fital bagi pembangunan berkelanjutan. Keenam, dukungan pemajuan women peace and security serta peran perempuan sebagai peacebuilder.

“Kenapa peran aktif perempuan dipandang penting dalam proses perdamaian? Karena keterlibatan perempuan bisa membawa perspektif yang lebih luas, perspektif yang lebih komprehensif. Meningkatkan inklusifitas dan keragaman dalam mengupayakan dan membina perdamaian. Sehingga diharapkan dapat membantu mengatasi isu permasalahan yang kompleks, dapat mengedepankan solusi yang lebih inklusif dan komprehensif,” ungkap Hari Prabowo.

Selain itu, dampak positif dirasakan juga pada peran perempuan dalam berbagai aspek, sehingga mendorong kebijakan yang taylormade tidak bisa yang one side fits all. Termasuk pemenuhan peran perempuan dalam upaya perdamaian.

Pendekatan dan perspektif yang dimiliki perempuan dipandang dapat menambah nilai tersendiri dalam menghadapi situsi konflik misalnya perempuan dengan keterlibatannya di lingkungan sosial mereka. Memiliki kemampuan untuk membaca situasi sosial masyarakat secara lebih baik.

Melakukan upaya perlindungan bagi korban konflik dengan lebih baik. Bahkan, tidak hanya dalam kondisi konflik, misalnya sebagai pembanding juga yang berada di seluruh dunia termasuk di Indonesia dapat didominasi oleh perempuan.

Keterlibatan perempuan juga dapat merumuskan pemberdayaan terhadap sesama perempuan, terhadap bagi mereka-mereka yang menjadi korban diberdayakan secara lebih efektif, memahami kondisi yang dihadapi oleh sesama perempuan.

Materi “Peningkatan Peran Perempuan dalam Perdamaian sebagai Bagian Diplomasi Perdamian Indonesia” oleh Plt. KIPS Kemlu RI, Hari Prabowo

“Oleh karena itu, keterlibatan perempuan dalam keseluruhan proses perdamaian akan membuat proses peacemaking maupun peacebuilding dan peacekeeping menjadi lebih legitimate. Penerimaannya menjadi lebih kuat, lebih tinggi. Insya Allah akan menurunkan tingkat potensi konflik, dan pada akhirnya akan membantu terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Ini selaras dengan penelitian yang kami sebutkan, bahwa peluang untuk tercapainya perdamaian berkesinambungan maka 35% lebih tinggi apabila perempuan terlibat dalam proses negosiasi perdamaian”, ungkap Hari.

Salah satu bentuk perwujudan yang paling visible bagi diplomasi perdamaian Indonesia dan mendukung peran partisipasi perempuan adalah terkait pengiriman pasukan pemeliharaan perdamaian perempuan. Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat baik dalam peacekeeping operations secara keseluruhan. Saat ini kita peringkat ke-8 dunia negara penyumbang pasukan perdamaian.

Saat ini, dari total 2800 personel Indonesia di lapangan, 153 diantaranya perempuan. Baik dari TNI maupun Polri yang bertugas di misi pemeliharaan perdamaian PBB. Jumlah ini membawa Indonesia sebagai negara penyumbang pasukan pemelihara perdamaian wanita terdepan diantara negara asia. Sementara diantara negara-negara asia pasifik diurutan nomor 3 setelah Nepal.

Personel perempuan dipandang memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung kesuksesan dari pasukan pemelihara perdamaian PBB. Kata Hari. “Hal ini dikarenakan mereka dapat memainkan peran yang sangat penting, jauh lebih luwes dalam membangun kepercayaan masyarakat, atau yang sering disebut Ibu Menlu adalah winning the heart and mind dari masyarakat setempat”.

Karena keberadaan peacekeepers di suatu negara asing tentunya yang terpenting bagi keberhasilannya keberterimaan misi tersebut di tengah masyarakat. Personel perempuan juga dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat sipil baik khususnya bagi perempuan dan anak-anak.

Perempuan dan anak-anak korban kekerasan juga umumnya akan lebih terbuka pada personel yang perempuan daripada personel yang laki-laki. Karenanya, pasukan personel perempuan tidak hanya berkontribusi pada peacekeeping tapi sebenarnya ada juga pada proses bina damai itu sendiri. Untuk mewujudkan sustainable peace. Misalnya banyak yang membantu pada aspek pendidikan dan kesehatan.

Berperan pada kesuksesan peacebuilding pada pemberdayaan perempuan setempat, dan menjadi role model pendorong bagi mereka berkonsiliasi.

Di masa pandemi, mereka juga menjadi garda terdepan untuk mengatasi COVID-19, misalnya ada beberapa personel perempuan Indonesia di berbagai misi kesehatan bagi masyarakat lokal termasuk anak-anak. Secara insting, anak-anak akan lebih mendengarkan kepada personel perempuan.

Indonesia juga telah berinisiatif mengajukan Resolusi DK PBB mengenai Penjaga Perdamaian Dunia Perempuan dalam perdamaian ketika Indonesia menjadi Presiden DK PBB sebagai Resolusi Nomor 2538 (2020) yang disahkan pada tanggal 28 Agustus 2020 secara konsensus. (sdk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.