Cakrawala News
Portal Berita Online

Pengurus RT/ RW Desa Kembangan Gresik Pertanyakan Dana Insentif Tak Cair 3 Tahun

0 1,214

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Desa Kambangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, Jawa Timur meradang. Pasalnya, dana insentif yang menjadi hak mereka masing-masing Rp 1,2 juta pertahun sejak tahun 2018-2020 tak dicairkan oleh pemerintah desa setempat.

Ketua RT dan RW sudah berkali-kali menanyakan tidak cairnya insentif selama 3 tahun tersebut baik kepada Kepala Desa (Kades) Kembangan Ngadimen langsung atau pihak perangkat desa setempat. Namun, jawaban selalu sama, anggaran tak cair dari Pemkab Gresik.

“Ini gimana kok insentif ketua RT dan RW di Desa Kembangan sendiri yang tak cair. Sudah berjalan 3 tahun lagi. Padahal desa-desa lain semua cair, ” ujar Ketua RT 10 Desa Kembangan Katik Alfarisi kepada awak media, Minggu (3/1/2020).

ads bukopin

Menurut Katik, ketua RT dan RW sudah berkali-kali mempertanyakan kepada pihak desa. Tapi, jawabnya selama 3 tahun sama. Anggaran tak cair dari Pemkab Gresik. ” Pihak desa bilang kalau tak cair mau berikan uang dari mana untuk insentif, ” kata Katik menirukan perkataan pihak Desa Kembangan.

Katik menjelaskan, Desa Kembangan terdiri dari 10 RW dan 70 RT atau total 80. Sejak tahun 2018-2020 Ketua RT dan RW sebagai ujung tombak desa dalam memberikan pelayanan masyarakat setiap tahunnya tidak mendapatkan insentif.

Padahal, insentif yang seharusnya didapatkan tak seberapa besarnya hanya Rp 1,2 juta pertahun. ” Saya selalu kerepotan ketika ada Ketua RT yang tanya soal insentif yang tak cair-cair selama 3 tahun, ” cetusnya.

Katik mengungkapkan, Ketua RT dan RW selama ini penasaran dan bertanya kenapa insentif tak cair. Padahal di Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) muncul.

Katik kemudian mengungkapkan untuk anggaran insentif Ketua RT dan RW tahun 2018 yang dianggarkan Desa Kembangan sebesar Rp 92,4 juta, kemudian pada tahun 2019 Rp 94,8 juta, dan tahun 2020 Rp 86 juta. ” Kalau dianggarkan dan dananya itu ada, lalu kemana, ” kata Katik.

Ditambahkan Katik, untuk insentif sesuai ketentuan diambilkan dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang masuk penghasilan tetap dengan melihat kemampuan ADD, maupun Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kemudian, bersumber dari Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP). “Setahu kami semua Ketua RT dan RW di desa-desa lain sudah terima insentif setiap tahun dari sumber-sumber pendapatan desa tersebut. Masak Desa Kebomas yang masuk desa makmur seperti ini insentif perangkat tak mampu kasih, ” pungkasnya.

Kades Kembangan Ngadimen belum memberikan klarifikasi terkait masalah tersebut. Dihubungi awak media, handphonenya tak aktif.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gresik, Malahatul Fardah mengaku belum tahu persis persoalan yang dihadapi Desa Kembangan sehingga sejak tahun 2018-2020 tak memberikan insentif untuk Ketua RT dan RW.

Menurut Fardah, insentif untuk Ketua RT dan RW tersebut diberikan sesuai dengan kemampuan desa. Insentif dimaksud bisa diambilkan dari sumber pendapatan desa seperti ADD, PADes atau DBHP.

” Apa anggaran yang diberikan dari pemerintah maupun PADes tak cukup, sehingga Desa Kembangan tak mampu berikan insentif untuk Ketua RT dan RW. Ini yang masih kami telusuri, ” terangnya.

Ditanya soal insentif Ketua RT dan RW setiap tahun dianggarkan ? Farda justeru balik mempertanyakan. ” Logikanya kalau dianggarkan ya cair. Coba nanti aku cek dulu ke Kades Kembangan, ” janjinya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.