Cakrawala News
Portal Berita Online

Penganiaya Ayah dan Pembunuhan Balita di Demak Terlibat Peredaran Uang Palsu

0

Demak, Cakrawala.co – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Demak mengembangkan penyidikan atas kasus penganiayaan seorang ayah (Farid Afandi, 42), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur dan pembunuhan anak balitanya (Raden Darma Wijaya, 2 tahun 9 bulan) yang sebelumnya menjadi korban penculikan. Dari hasil pemeriksaan dan penemuan barang bukti terungkap para pelaku, yaitu Khoirul Anwar (24), Muhammad Nasirun (32), Mohammad Saerofi (30) dan M Rifqi Rosadi (24) terlibat sindikat peredaran uang palsu.

Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono, Selasa (28/12/2021) menjelaskan, dari hasil pendalaman penyidikan, penyidik akhirnya berhasil mengungkap kasus lain yang dilakukan para pelaku pembunuhan balita dan penganiayaan ayah balita tersebut. “Dari hasil pemeriksaan intensif para tersangka, tim penyidik mendapat petunjuk para tersangka terlibat sindikat peredaran uang palsu”, terang Kapolres.

Sindikat peredaran uang palsu ini diduga melibatkan jaringan dari kota lain. Tim reserse yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Demak AKP Agil Widiyas Sampurna kini memburu para pelaku lain yang terlibat peredaran uang palsu. “Alhamdulillah, berkat kerja keras anggota, sejumlah pelaku berhasil ditangkap”, kata Budi Adhy Buwono.

Mohammad Saerofi, alias Doyok (30), salah seorang tersangka mengungkapkan, awalnya datang ke Demak untuk mengajak Farid bekerja sama dalam bisnis peredaran uang palsu. Namun Farid diduga justru berusaha melaporkan bisnis panas ini kepada seorang polisi. “Kami mencurigai saat berada di depan kontrakan, Farid sempat berbincang bincang dengan seorang polisi, sehingga kami menduga Farid telah melaporkan kegiatan pengedaran upal yang kami lalukan. Karena itu kami rencanakan untuk memberikan perhitungan kepada Fahmi”, ungkap Doyok.

Selanjutnya bersama 3 tersangka lainnya. Selasa (21/12/2021) malam, Doyok mendatangi kontrakan Fahmi di Jalan Hadi Wijaya, Mangunjiwan, Demak Kota untuk melancarkan aksi kejinya. Para tersangka beraksi saat Fahmi sedang istirahat bersama anaknya (Darma) di kamar kontrakannya. Farid dipukuli ramai ramai dengan kayu balok hingga luka parah dan pingsan. Korban (Farid) yang berteriak kesakitan hingga membangunkan anaknya. Para tersangka kemudian menculik Darma dan membawa kabur ke luar rumah.

“Anak Farid terbangun dan menjerit histeris, sehingga kami bawa”, kata Doyok saat diperiksa penyidik Satreskrim Polres Demak. Ibunya Darma (Titin, 30) yang baru datang ke kontrakan sempat mencegah aksi para tersangka, tetapi gagal menghalaunya.

Darma selanjutnya dibawa berputar putar ke kota Demak. Namun saat berada di dalam mobil Darma terus menangis dan menjerit jerit, sehingga mengakibatkan mereka panik. Tersangka Doyok kemudian membekap mulut Darma agar diam. Namun Darma terus meronta dan tetap menjerit jerit histeris, Doyok yang kalap akhirnya menyayat leher Darma dengan pisau dapur yang dibawanya, sehingga mengakibatkan balita tersebut tewas bersimbah darah. (Syams)

Leave A Reply

Your email address will not be published.