Cakrawala News
Portal Berita Online

Pengadilan Negeri Garut Vonis Satu Tahun Penjara Kadispora Garut

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO – Majlis Hakim Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat akhirnya menjatuhkan vonis hukuman satu tahun penjara terhadap terdakwa Kuswendi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut dalam kasus pembangunan Bumi Perkemahan (Buer) di Kawasan Kaki Gunung Garut, Jawa Barat.

Vonis hukuman satu  tahun penjara tersebut berlangsung dalam Sidang yang dimulai pukul 14.30  di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Garut, dan  sempat dihentikan sementara untuk melaksanakan salat Asar.

Sidang dilanjutkan dan berlangsung tidak terlalu lama karena pukul 16.00 WIB sidang puyn berakhir dengan vonis satu tahun penjara untuk Kuswendi yang mengenakan batik berwarna merah.

Sebelumnya Kuswendi tampak duduk di kursi terdakwa dengan mendengarkan pembacaan putusan oleh Majlis Hakim yang diketuai Hasanudin SH.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan Kuswendi terbukti bersalah. Ia  dijerat Undang-undang nomor 32 tahun 2009 pasal 109 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Undang-undang tersebut pada Pasal 109 berbunyi “Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)”.

Humas PN Garut, Endratno Rajamai, mengatakan, vonis 1 tahun tersebut memang lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni 1,5 tahun.

“pertimbangan yang meringankan terhadap Terdakwa karena dia kooperatif selama persidangan. Sedangkan yang memberatkan, terbukti bersalah atas tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum (JPU),” jelas Endratno kepada sejumlah wartawan, Kamis (21/11/2019).

Selain hukuman 1 tahun penjara, Kuswendi juga harus membayar denda sebesar Rp 1 miliar atau subsider empat bulan penjara. Usai pembacaan vonis, terdakwa masih pikir-pikir dan diberi waktu selama tujuh hari.

“Kalau selama tujuh hari tidak ada jawaban, maka akan langsung dieksekusi. Harus langsung ditahan,” tukasnya.***jmb

%d bloggers like this: