Cakrawala News
Portal Berita Online

Pengacara Keluarga Hartanto Datangi Polres Cianjur Tanyakan Kelanjutan Kasus Pencurian Motor

2

CIANJUR – CAKRAWALA.CO – Boyamin Saiman, pengacara keluarga Hartanto yang juga Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) akhirnya mendatangi Kepolisian Resort Cianjur.

Boyamin datang menanyakan kelanjutan kasus pencurian 2 unit sepeda motor matic yang ditangani Satreskrim Polres Cianjur. Padahal kasusnya sudah dianggap lengkap atau P21 oleh kejaksaan, namun entah kenapa mandek di tingkat kepolisian.

Menurut Boyamin, Kasus ini sudah P21 (lengkap) sejak awal Januari 2019 lalu, tapi hingga kini belum dilimpahkan ke kejaksaan, “Tersangkanya sudah dua kali dipanggil, tapi belum ada upaya pemanggilan paksa,” ujar Boyamin pengacara pelapor pada awak media saat keluar dari satreskrim Polres Cianjur, Kamis (31/01/2019).

ads bukopin

“Padahal, kata Boyamin, kasus ini merupakan limpahan dari Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Hanya karena lokasi kejadiannya di Cianjur, maka diproses di sini,” ungkapnya

“Sebenarnya kasusnya enteng saja, perkara pidana pencurian sepeda motor. Namun, cukup mengherankan polisi seakan-akan kesulitan memproses kasus ini, saya juga heran,” ungkap pengacara itu.

Kasus ini, lanjut dia, bermula saat terjadi kisruh gara-gara warisan di keluarga Hartanto, 60 tahun, warga Tanggerang dengan tersangka Suherman Mihardja alias Aan, 57 tahun, adik ipar Hartanto, berusaha menguasai aset warisan berupa klinik medikal dan sekolah di Tanggerang.

“Tersangka Aan ini adik ipar Hartanto. Saat istri Hartanto (kakaknya Aan) meningggal dunia, dia berusaha menguasai warisannya,” tutur Boyamin.

Aan pun melaporkan dugaan penggelapan dana di klinik bernilai miliaran rupiah. Saat ini kasusnya sedang dalam proses persidangan di Tanggerang. Bukan hanya itu, Aan pun menguasai sebuah vila di Cipanas, Cianjur, dan mengosongkan isinya.

“Barang-barangnya diambil, termasuk 2 unit sepeda motor matik bekas. Makanya, kami lantas melaporkannya sebagai pencurian,” kata Boyamin.

Karena kasusnya tak kunjung selesai, Boyamin kuasa hukum pelapor akhirnya mendatangi Markas Polres Cianjur. Menanyakan sampai di mana proses kasus tersebut.

“Kami kasih waktu dua minggu atau 14 hari. Kalau masih mandek juga, kami tempuh praperadilan. Ya, kami praperadilankan Polres Cianjur dan Polda Jawa Barat,” tutur Boyamin.

Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Cianjur soal kasus tersebut kepada awak media.***(d_hen).

Comments are closed.