Cakrawala News
Portal Berita Online

Pendidikan Anti Korupsi di Madrasah Aliyah Darunnajah Tulangan

0 54

SIDOARJO, CAKRAWALA.CO – Berkaitan banyaknya orang dan pejabat tertangkap KPK perihal permasalahan korupsi. Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Jawa Timur. Menyelenggarakan sosialisasi pencegahan Korupsi pada kalangan pelajar, Senin 29 Agustus 2022 di Madrasah Aliyah (MA) Darunnajah, Desa Kajeksan, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.

Wakil Ketua GMPK Drs M. Yunus Alwilly, MMPd, dalam sosialiasinya ke para siswa sebagai calon pemimpin masa datang mengatakan para pelajar harus mengetahui bahayanya korupsi dan apa saja kopursi yang ada misal jika itu terjadi di dunia pendidikan.

“Kita ini selain LSM juga sebagai Guru, prihatin kenapa sih mayoritas Pemimpin kita masih melakukan pelanggaran berupa korupsi. Maaf apalagi pemimpin kita yang tertangkap korupsi beragama Islam. Kita tau sendiri di agama jelas-jelas dilarang,” Ujar Yunus.

Ditambahkan oleh Yunus, pria yang hoby seni ini. Ditanamkannya pendidikan antikorupsi sejak dini kepada pelajar bertujuan agar memiliki jiwa antikorupsi. Sebab jiwa itulah yang akan menjadi benteng bagi mereka untuk tidak melakukan perbuatan korupsi ketika dewasa kelak.

“Kita merespon apa yang menjadi keinginan pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi yang sudah memberikan anjuran jadilah pemimpin yang bersih kita awali di lingkungan sekolah ini dulu,” tutur Yunus Alwilly.

Gapuran MA Darunnajah, Kajeksan

 

Yang namanya baik buruk masih ada sampai kiamat. Namun jika calon pemimpin kita sudah kita beri pelajaran anti korupsi sejak dini, sehingga para pelajar bisa menjadi pemimpin yang anti korupsi kedepanya.

Dalam kegiatan sosialisasi pendidikan anti korupsi, selain dihadiri Ketua GMPK Jatim, H Suprayitno, juga di dukung pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah  MA Darunnajah, Drs Zainul Fanani.

Pada kesempatan itu, Kapsek Darunnajah mengatakan, kegiatan sosialisasi dimaksudkan untuk membangkitkan kesadaran para pelajar tentang bahayanya perilaku koruptif. Menurutnya, pemahaman jiwa antinkorupsi harus dimulai sejak usia pelajar.

“Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Karenanya perlu pemahaman dan wawasan tentang hukum, sehingga bisa berpengaruh terhadap moral atau prilakunya,” kata Kapsek yang pernah menjabat sebagai Kades Kajeksan. (Win)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.