Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Pendekar Sepakat “Suroan” Ditiadakan.

0 546

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kota Madiun dan Jajaran Forkopimda Kota Madiun, bersama perwakilan 14 perguruan pencak silat di Madiun, menggelar rapat koordinasi (Rakor) menjelang perayaan 1 muharam 1442 H/2020 masehi, di gedung Government Chief Information Officer (GCIO) Kota Madiun, Selasa 28 Juli 2020.

Usai rapat, Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Madiun dan Forkopimda, bersama perguruan silat di Kota Madiun tidak mengadakan kegiatan suroan, pada 1 Muharam pada 20 agustus tahun ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari timbulnya cluster baru persebaran wabah Covid-19 (virus Corona). Bahkan dengan tegas, Maidi melarang pendekar dari luar kota dilarang masuk Kota Madiun.

“Warga luar Kota Madiun saya larang masuk dulu. Saya tidak mau nanti kawan-kawan pendekar ini jadi kambing hitam atas munculnya klaster baru persebaran Covid-19. Nanti kalau situasi sudah seperti semula, Covid sudah tidak ada, semua saya persilahkan,” tegas Wali Kota.

Maidi menambahkan, kegiatan Suroan boleh dilaksanakan di ranting cabang masing-masing perguruan. Bahkan Pemkot siap memfasilitasi perguruan silat yang ingin mengadakan kegiatan secara virtual. Kemudian, mengantisipasi sekelompok pendekar yang nekat masuk Kota Madiun, Wali Kota tak segan akan melakukan Rapid Test di tempat bagi mereka.

“Yang nekat masuk Kota Madiun akan saya rapid ditempat, kalau hasilnya ada yang reaktif, langsung saya karantina,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, H Murdjoko menuturkan, dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan sesuai SOP. Ia mengaku untuk perayaan suroan di ranting cabang masing-masing tidak ada kendala.

“Tidak ada pengarahan kegiatan yang terpusat di jalan merak, jadi semua dilaksanakan di masing-masing ranting,” kata Murdjoko.

Tercatat, jumlah pendekar PSHT yang bakal disahkan pada perayaan suroan tahun ini, untuk di pusat Madiun dari wilayah Kota/Kabupaten Madiun, seluruhnya sekitar 5000 orang. Dengan rincian, dari Kota Madiun sebanyak 500 orang dan sisanya dari ranting Kabupaten Madiun. Pihaknya berharap kepada seluruh pendekar untuk tetap mematuhi aturan protokol kesehatan, dan menjaga kondusifitas.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: