Cakrawala News
Portal Berita Online

Pendana Bom Bunuh Diri Mapolresta Solo 5 Juli 2016 Silam,Sampaikan Permintaan Maaf

0 392

 

Solo Cakrawala.Co,-Penyandang dana bom bunuh diri di halaman Mapolresta Solo pada 5 Juli 2016, Munir Kartono, meminta maaf kepada jajaran kepolisian dan seluruh masyarakat Kota Solo, Kamis (4/11/2021) di Bale Tawangarum Balaikota Solo.

 

 

 

 

 

Dengan disaksikan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka,Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Koorwil Deradikalisasi Bina Masyarakat BNPT Jawa Tengah M Arifin Bahtiar, Kasubdit Sosialisasi Direktorat Idensos Densus 88 Kompol Jin Briliant, dan juga Ipda Bambang Adi C, anggota Polresta Solo yang menjadi korban serangan teror bom bunuh diri 2016 silam.

 

Munir Kartono,tidak dapat menahan air matanya saat menyampaikan permintaan maafnya atas peristiwa bom bunuh diri di Mapolresta Solo lima tahun lalu.Permintaan maafnya tersebut dilakukan karena Munir menyadari apa yang dilakukannya dengan mendanai aksi teror bom bunuh diri di Mapolresta Solo adalah salah. Munir divonis lima tahun penjara. Namun, hanya menjalani hukuman 3,8 tahun. Munir bebas tahun 2020.

“Saya secara pribadi memohon kepada seluruh pihak untuk membukakan pintu maaf yang sebesar besarnya atas apa yang telah saya lakukan. Saya menyadari apa yang telah saya lakukan adalah sebuah kesalahan. Jadi saya mohon kepada semua pihak untuk sudi kiranya memaafkan apa yang telah saya lakukan,” ucap Pria asal Bogor, Jawa Barat,tersebut.

 

Munir juga menyampaikan ia datang ke Solo kali pertama sekitar sembilan tahun lalu. Kedatangannya ke Kota Bengawan justru berakhir dengan sebuah perbuatan terkutuk yang akan selalu diingat masyarakat. Pendana bom bunuh diri di Mapolresta Solo itu sadar perbuatannya telah menyakiti banyak pihak dan membekas di hati dan pikiran warga Solo.

“Alhamdulillah, semasa dalam masa hukuman saya banyak menyadari, bahwa apa yang saya lakukan dan keterlibatan saya pada saat itu adalah sebuah kesalahan. Ini juga merupakan buah bantuan dari berbagai pihak sehingga saya menyadari yang saya lakukan adalah sebuah kesalahan,” katanya.

 

 

Munir mengungkapkan permintaan maafnya kepada masyarakat Solo,Pemkot Solo, Polresta Solo, dan paling utama Bapak Bambang yang saat itu jadi korban. Saya pribadi memohon kepada seluruh pihak untuk dibukakan pintu maaf atas apa yang saya lakukan,”Pungkas Munir.

 

Seperti diketahui, peristiwa bom bunuh diri di Mapolresta Solo terjadi pada 5 Juli 2016. Bom bunuh diri dilakukan Nur Rohman, warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.Peristiwa bom bunuh diri ini membuat salah satu anggota Provos Polresta Solo Brigadir Bambang Adi Cahyanto (sekarang berpangkat Ipda) menjadi korban.Bambang terluka lantaran saat itu menahan pelaku bersama sepeda motornya yang akan masuk ke halaman Mapolresta Solo.

 

Ipda Bambang Anggota Polresta Solo yang saat itu menjadi korban bom mengatakan dirinya dengan ikhlas memaafkan Munir. “Saya beserta keluarga dan rekan-rekan kami ikhlas dan rida memaafkan panjenengan,” kata Bambang. Bambang mengatakan, pada peristiwa tersebut dirinya mengalami luka pada bagian mata, tangan, dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Lebih lanjut dia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menciptakan Solo yang aman dan kondusif. “Bukan hanya di Solo, mari kita sama-sama tebar kebaikan dan kedamaian di seluruh wilayah,” katanya.

 

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berharap, pengeboman yang terjadi lima tahun lalu itu tidak kembali terulang. “Mudah-mudahan peristiwa bom di Mapolresta Solo menjadi peristiwa teror terakhir di Solo,” ungkap Gibran.(Agung Bram).

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.