Cakrawala News
Portal Berita Online

Pemulihan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi Covid-19

0 344

Oleh Rusiana dkk, Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang*

 

Covid-19 yang melanda berbagai Negara di Dunia membuat perekonomian mengalami penurunan termasuk Negara Indonesia, penurunan tersebut berdampak dibeberapa sektor, salah satunya sektor keuangan.

Dampak pandemi pada sektor keuangan terjadi karena kebijakan social distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Social distancing dan PSBB tersebut sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi. Namun, keadaan ekonomi Indonesia tersebut masih terbilang lebih baik dalam tingkat regional maupun dunia.

Dalam Perdagangan internasional juga mengalami penurunan dikarenakan pembatasan pergerakan barang sehingga ekspor impor mengalami gangguan yang mengakibatkan penurunan pendapatan negara Indonesia.

Pemerintah negara Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk mengupayakan pemulihan ekonomi, yaitu (PERPPU) Nomer 1 Tahun 2000 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Covid-19 dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan Stabilitas Sistem Keuangan. PERPPU tersebut mengatur tentang kebijakan keuangan negara terkait kebijakan pendapatan negara termasuk kebijakan di bidang perpajakan, kebijakan belanja negara termasuk kebijakan di bidang keuangan daerah, dan kebijakan pembiayaan.

Sedangkan, kebijakan stabilitas sistem keuangan meliputi kebijakan untuk penanganan permasalahan lembaga keuangan yang membahayakan perekonomian nasional atau stabilitas sistem keuangan.

Pemulihan ekonomi pasca pandemi hanya membutuhkan waktu 1,5 tahun dikarenakan kemampuan dalam mengatasi sektor keuangan, dunia usaha dan instrumen serta kebijakan pemerintah yang responsif.

Kebijakan pemerintah tersebut dapat mengurangi penganguran yang terjadi selama pandemi, yang awalnya 7,1% berhasil di kurangi menjadi 6,5%.

Ekonom Bank Mandiri juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17% year on year (yoy) pada tahun 2022. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada tahun 2021 yang hanya sebesar 3,69% yoy.

Pemerintah negara Indonesia berharap dengan kebijakan yang telah dibuat akan mengatasi masalah perekonomian negara Indonesia dan keuangan Indonesia semakin berangsur baik. Selain itu juga diperlukan gerak langkah bersama antara pemerintah pusat dengan daerah. (*)

 

Penulis : Rusiana Safira Kusuma Dewi, Alfiyanti Eka Senjaya, Fika Azzahra, Isyafni Magmaliana Rachmi. 
Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.