Cakrawala News
Portal Berita Online

Pemuda di Ponorogo Cabuli Anak di Bawah Umur di Kebun Jagung Hingga Hamil

0 64

PONOROGO, CAKRAWALA.CO – Seorang pemuda di Ponorogo di Desa Tegalombo Kecamatan Kauman Ponorogo di tangkap Polisi pada 9 september 2020 karena mencabuli anak di bawah umur di kebun jagung hingga hamil.

Awalnya, pemuda tersebut kenalan dengan anak dibawah umur tersebut melalui media sosial pesan Whatsap lalu bertemu dan sampai menjalin hubungan

Tersangka bernama Dian Pratama yang bertempat tinggal di dukuh Krajan Desa Tegalombo Kecamatan Kauman Tegalombo Ponorogo ini akhirnya mendekam di jeruji besi.

ads bukopin

Sesuai pres rilis Kapolres Ponorogo yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Ponorogo di Polres Ponorogo, bahwa telah terjadi tindak pidana yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dan atau berbuat cabul.

Kejadian pencabulan tersebut dilakukan oleh TSK sebanyak 10 kali dengan tempat yang berbeda, diantaranya di sebuah kebun jagung dan di rumah TSK sendiri.

Kapolres Ponorogo melalui Kasat Reskrim AKP Hendi Septiadi memaparkan,”dalam prosesnya kita, awalnya informasi dari Polsek Sumoroto. Kemudian Kanit menyampaikan kita untuk koordinasi, karena korban ini adalah perempuan dan indikasi pasalnya memang dengan perlindungan anak, sehingga dilimpahkan ke sini (PPA Polres),”katanya.

Kasat Reskim juga menambahkan”Langsung kita lakukan penyelidikan dan kita naikkan ke penyidikan, akhirnya kita berhasil bisa berdasarkan bukti-bukti yang ada, dan akhirnya kita bisa mengamankan atau menangkap TSK tersebut,”tambahnya.

“TSK melakukan pencabulan pertama kali di kebun Kagung di daerah jambon terus berulang kali dilakukan di rumah TSK. Jadi TSK ini memang secara keluarganya tidak utuh (Brokend home),”terang Kasar Reskrim.

Kasat Reskrim juga menjelaskan,”untuk korban ini sudah melahirkan. Awal mulanya tidak mau korban ini, namun karena ada sedikit bujuk rayu dan ancaman setiap diajak keluar kalau tidak diantarkan pulang kalau tidak mau diajak berhubungan intim. Untuk korban yang lain masih kita dalami lagi,”jelasnya.

Untuk ancaman hukuman, pasal 81 ayat (2) jo pasal 76D dan atau pasal 82 ayat (1) jo pasal 77E UURI nomor 23 tahun 2002 sebagaimana di ubah dengan UURI nomor 35 tahun 2014 sebagaimana diubah dengan perpu nomor 1 tahun 2016 sebagaimana diubah dengan UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu nomor 1tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang. (Sus)

Leave A Reply

Your email address will not be published.