Cakrawala News
Portal Berita Online

Pemkot Madiun Siapkan 4,2 Milyar Rupiah untuk Menangani Virus Covid-19

0 151

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Pemerintah Kota Madiun tengah menggalakkan penyemprotan cairan disinfektan di beberapa tempat. Penyemprotan itu untuk mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona. Cara ini dianggap upaya paling efektif, menangkal Covid-19 saat ini. Seperti yang nampak di Depan Halaman Balai Kota, Jalan Pahlawan Kota Madiun, Jumat pagi 27 Maret 2020.

Tim gugus tugas percepatan penanggulangan corona Kota Madiun melakukan penyemprotan masal cairan disinfektan ke semua kendaraan yang melintas di depan Balai Kota, baik roda 2 maupun roda 4. Tak hanya itu, kegiatan penyemprotan ini kemudian dilanjutkan ke beberapa titik fasilitas umum di Kecamatan Manguharjo dan Taman Kita Madiun.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, Pemerintah Kota Madiun bersama Forkopimda dan Dewan Perwakilan Daerah Madiun, “All Out” siang – malam menjalankan instruksi Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk memerangi penyebaran virus Covid-19 di Kota Madiun.

“Kita tegas, tidak boleh lengah sedikitpun. Setiap yang akan memasuki Kota Madiun harus melewati penyemprotan disinfektan. Ini adalah bentuk upaya memutus rantai penyebaran virus corona di Kota Madiun,” kata Wali Kota.

Wali Kota mengaku, Pemerintah Kota Madiun telah menyiapkan anggaran sebesar 4,2 Milyar Rupiah, untuk mengatasi Covid-19. Walikota menjelaskan, untuk kegiatan yang sifatnya kerumunan, anggarannya dialihkan untuk penangan virus Covid-19. Seperti sosialisasi, dan sterilisasi area Sekolah dan tempat Pelayanan Publik lainnya. Bahkan Rumah Sakit Umum Daerah Sogaten Kota Madiun juga telah menyiapkan sedikitnya 30 ruangan, yang secara sarana prasarana memenuhi syarat sebagai ruang isolasi pasien terindikasi Corona.

“Kita sudah cek kesana, dan semuanya sudah siap. Meskipun RS Sogaten tidak ditunjuk sebagai RS Rujukan pasien Corona, tapi kita sudah siapkan. Kota Madiun saat ini Zero positif Covid-19, dan mudah-mudahan seterusnya begitu,” ungkap Maidi.

Lebih lanjut Wali Kota menegaskan, Kota Madiun tidak boleh “Lock Down. Ini dikatakan Wali Kota, karena semua upaya sudah semaksimal dilakukan Pemerintah Kota Madiun. Seperti penertiban pedagang K-5 yang berada di pinggir jalan dan di pusat kerumunan. Seperti Sunday Market, Lapangan Olah Raga Gulun, Alun-alun san Bunderan Serayu, sementara ditutup.

“Kenapa dihentikan aktifitasnya, karena disana sukit sekali untuk menerapkan SOP. Bahkan di semua Mall yang ada di Kita Madiun harus punya bilik penyemprotan disinfektan,” imbuhnya.

Kemudian terkait proyek yang sifatnya untuk pelayanan masyarakat, Maidi mengaku hal itu dipastikan akan tetap berjalan. Dengan catatan, semua pegawai proyek harus mematuhi peraturan. Artinya, mereka tidak diijinkan keluar masuk dengan bebas dari area proyek, atau di isolasi di area proyek.

“Kesehatan mereka akan selalu di cek, Hal ini salah satu upaya melindungi mereka dari penyebaran virus Corona, dan proyek terus berjalan,” tegasnya.

Wali Kita juga tak berhenti mengimbau kepada seluruh warga Kota Madiun untuk membudayakan pola hidup bersih, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta untuk sementara waktu melakukan Social Distancing.*(ADV/Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.