Cakrawala News
Portal Berita Online

Pemkot Madiun Akan Tata Rapi 1500 PKL Utamakan 4K

MADIUN, CAKRAWALA. CO Pemerintah Kota Madiun menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas Perdagangan Kota Madiun tahun 2021, Rabu 5 Februari 2020 di Ballroom Sun Hotel Kota Madiun.

Musrenbang dibuka langsung oleh Walikota Madiun, Maidi dan diikuti sedikitnya 75 orang stake holder Dinas Perdagangan Kota madiun, dan paguyuban pedagang kaki 5, pengusaha SPBU serta pedagang pasar Kota Madiun.

Dalam sambutannya Maidi mengatakan, Musrenbang OPD ini harus merumuskan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. Dalam hal ini yang menjadi prioritas adalah penataan pedagang kali lima (PKL). Walikota menjelaskan, bagaimana nanti pedagang kaki lima (PKL) Kota Madiun ini ditata, terpusat di satu titik. Tentunya untuk keindahan tata kota dan memudahkan pengunjung menentukan tujuan wisata, baik wisata kuliner maupun wisata belanja.

“Jadi, apa yang sudah menjadi program para PKL ini nantinya disesuaikan dengan program Pemerintah Kota Madiun. Semua elemen yang sifatnya membawa jasa, akan kita bina,” ujar Walikota.

Lebih lanjut Walikota berharap, dari hasil pembinaan ini Kota Madiun semakin dikunjungi banyak orang dan pengunjung membelanjakan uang mereka. Ini tentu bisa menjadi perputaran ekonomi yang ada di Kota Madiun. Namun kembali lagi, segala sarana prasana yang baik harus menjadi perhatian serius, untuk memberikan kepuasan pengunjung.

“Nantinya, PKL di tahun 2021 yg akan ditata. Kita tidak alergi melihat daerah lain yang sudah tertata baik, seperti simpang lima Semarang misalnya. Semua dijadikan satu dan terpusat sehingga, orang ingin belanja tinggal pilih tanpa harus kemana – mana,” jelas Walikota.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Gaguk Hariyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Gaguk Hariyono mengatakan, terkait penataan pedagang kali lima (PKL), Pemerintah Kota Madiun sudah memiliki program. Untuk sementara ini, pihaknya lebih mengutamakan Kerapihan, Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (4 K), sambil nunggu hasil dari pembangunan di Kota Madiun.

“Jadi titik jalan Rimba Karya, Alun – alun, dan masih banyak tempat lain yang merupakan pusat PKL akan kita tata rapi. Kedepan PKL dipinggir jalan sudah tidak ada lagi, dan kita kembalikan trotoar sesuai fungsinya, yakni sebagai fasilitas bagi pejalan kaki,” jelas Gaguk.

Dari sekitar 1500 pedagang kali lima (PKL) yang ada di Kota Madiun nantinya, setelah fasilitas tersebut selesai, pihaknya akan segera mensosialisasikan hal tersebut kepada para PKL.

“Tentu ada kriteria tertentu, tidak semua PKL boleh berjualan disitu. Ada seleksi lah istilahnya. Tentu saja yang boleh berjualan nanti, adalah yang memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan,” tutup Gaguk.*(ADV/Ayu)

%d bloggers like this: