Cakrawala News
Portal Berita Online

Pemkot Gorontalo Dinilai Minim Koordinasi Dengan Pengungsi

0 168

GORONTALO CAKRAWALA.CO,- Sejumlah pengungsi korban banjir menilai Pemerintah Kota Gorontalo minim dalam hal melakukan koordinasi dengan para pengungsi. Hal ini diungkapkan Koordinator Pengelola Gedung Nasional Dirjamin Kiamani yang juga salah seorang pengungsi di Gedung Nasional Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Minggu (14/6) dini hari.

“Saya tidak minta banyak, paling tidak Pemkot bisa perbanyak koordinasilah. Kita di sini kan sudah mengawasi pengungsi, seharusnya yang bangun koordinasi itu dari mereka (Pemerintah),” harap Dirjamin saat diwawancarai.

Ia menuturkan bahwa pihaknya sudah memasukan data pengungsi melalui Kelurahan juga melalui RT-RW. “Kalau kita lagi yang ke sana, yang repot sendiri adalah kita. Kita sudah cukup menampung dan mengawasi tinggal mereka (Pemerintah Kota) yang bagaimana?” tanya dia.

Dirjamin menjelaskan, saat ini pengungsi yang berada di Gedung Nasional tersisa 30 orang, yang awalnya berjumlah 50 orang. Masyarakat yang mengungsi di tempat ini berasal dari Kelurahan Ipilo khususnya lingkungan 4 dan 5; Kelurahan Padebuolo dan Kelurahan Puncur.

“Dari dulu tempat ini memang sering digunakan untuk menampung masyarakat yang terkena banjir, sebab gedung ini memang gedung evakuasi. Kalau dulu yang kita tampung sampai ke wilayah Tamalate, Talumolo pokoknya semua kita tampung,” jelasnya.

Kata Dirjamin, pihaknya sudah mulai meneriman bantuan dari pemerintah untuk membantu warga yang mengungsi di Gedung Nasional tersebut. Akan tetapi, bantuan ini hanya sebatas makanan dan minum yang itupun hanya diterima dua kali sehari: pagi dan siang.

“Kontribusi keperluan lain tidak diperhatikan. Misalnya untuk keperluan balita, sebab pengungsi di gedung nasional ada pula 6 balita,” ungkapnya.

Berdasarkan sejumlah keluhan masyarakat terdampak banjir itu, Posko Organisasi Masyarakat Sipil di Gorontalo menyalurkan bantuan di Gedung Nasional untuk kebutuhan balita dan orang dewasa, seperti: makanan balita, popok, minyak telon dan pakaian.

Abdul Kader Lawero, salah satu perwakilan Posko Organisasi Masyarakat Sipil, mengatakan pihaknya bergerak untuk menyalurkan bantuan ini atas informasi yang beredar di media sosial, di mana mereka mengeluhkan perihal kondisi yang dialami sekitar 30 jiwa dampak dari korban banjir di Kota Gorontalo itu.

“Ketika mendapatkan informasi di media sosial, kami lalu mendatangi lokasi gedung nasional itu. Keadaannya sangat memprihatinkan. Mereka masih membutuhkan alas tempat tidur, selimut dan air bersih untuk dikonsumsi,” tandasnya.****(Aprie)

Leave A Reply

Your email address will not be published.