Cakrawala News
Portal Berita Online

Pemeritah Harus Prioritaskan BUMN dalam Impor Raw Sugar

0 30

CAKRAWALA.CO, JAKARTA Sejumlah praktisi industri gula menilai, pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan revitalisasi industri gula nasional. Menurut mereka, alih-alih membuat industri menjadi lebih bergairah, kebijakan revitalisasi saat ini malah menurunkan semangat petani untuk menanam tebu.

Dalam praktek revitalisasi saat ini, kapasitas pabrik memang diperbaiki dengan mesin yang baru, tapi pasokan bahan bakunya tak didukung. Ketua Umum Dewan Pembina Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil, mengatakan, yang diperlukan bukan hanya revitalisasi. Tapi kebijakan yang mumpuni yang bisa menciptakan sinergi antara pemerintah sebagai pembuatan kebijakan, industri dan petani. Ini yang belum sinkron. “Pemerintah harus memperbaiki kebijakan terkait revitalisasi itu,” kata Arum.

Arum menambahkan, pemerintah melalui kementerian Perdagangan memang membuka keran impor bahan baku untuk mendukung produksi pabrik gula untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula di dalam negeri. “Namun ini tak tepat sasaran, karena pabrik gula PTPN yang melakukan revitalisasi dan memerlukan tambahan bahan baku, justru tak mendapat jatah impor”, tegas Arum.

ads bukopin

Karena itu menurut Arum, sudah sepantasnya pabrik gula yang dikelola PTPN juga mendapatkan prioritas impor raw sugar pada musim giling tahun ini. Apalagi, menurut Arum, pabrik gula milik BUMN saat ini sangat mampu untuk mengolah raw sugar. Keuntungan yang diperoleh dari pengolahan raw sugar itu, selain untuk menutupi idle capacity juga bisa digunakan untuk membeli tebu petani dan merevitalisasi mesin sehingga tingkat rendemen bisa lebih tinggi.

Arum Sabil juga mengatakan, pabrik gula milik BUMN dibangun dengan susah payah dan penuh perjuangan. “Jika terjadi masalah seperti idle capacity, negara harus hadir membantu BUMN”, jelas Arum.

Senada dengan Arum, Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol mengatakan, sudah sepantasnya BUMN mendapat penugasan impor raw sugar. Saat ini, menurut Iryanto, pabrik gula yang dikelola PTPN mampu mengolah sekitar 500 ribu ton dalam satu musim giling.

Sementara itu ahli ekonomi pertanian Agus Pakpahan mengatakan, impor raw sugar merupakan ujian bagi pemerintah. “Jika menjalankan industri yang merupakan warisan Belanda saja tidak mampu, jangan tanya yang lain”, tandasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.