Cakrawala News
Portal Berita Online

Pemerintah Gorontalo Luncurkan Program “Dompet Doa”

36

GORONTALO CAKRAWALA.CO ,- Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui Dinas Sosial meluncurkan “Gerakan Dompet Do’a”, sebuah gerakan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap anak putus sekolah, sebagai pekerja anak melalui Dompet Donasi Anak (Do’A).

Lounching program tersebut berlangsung di Kantor Loka Bina Karya (LKB) Kecamatan Limboto, dihadiri Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM Daniel Rantelinggi mewakli Bupati Gorontalo, Jumat (21/7/2017).

Lounching ditandai dengan penyerahan buku tabungan kepada 40 anak yang akan siap melanjutkan pendidikannya tahun ini, baik melalui pendidikan formal maupun informal, sesuia tanda tangan berita acara antara orang tua dan anak tersebut serta para donatur.

Daniel Rantelinggi menjelaskan program ini diluncurkan untuk mewujudkan misi Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Kota Limboto sebagai Madinatul Ilmi.

“Pemkab Gorontalo terus mendorong peningkatan sumber daya manusia bagi para generasi muda khsusnya bagi para anak putus sekolah untuk dikembalikan ke dunia pendidikan,”Kata Dabiel disela-sela kegiatan tersebut.

Menurutnya, pendidikan merupakan kebutuhan sekaligus hak bagi setiap anak akan tetapi masih ada sebagian anak yang tidak dapat memenuhi pendidikan dengan baik karena kondisi perekonomian keluarga yang tidak mendukung.

“Sehingga menyebabkan mereka terpaksa diberdayakan oleh orang tuanya untuk bekerja membantu perekonomian keluarga hingga anak putus sekolah,” ungkapnya.

Daniel menambahkan oleh upaya penanganan anak putus sekolah melalui proyek perubahan program Donasi Anak ini ditargetkan mampu meenjaring 40 orang anak putus sekolah.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo lanjut Daniel mengharapkan keseriusan para orang tua untuk mendorong anak-anaknya  kembali ke dunia pendidikan.

“Ini bukti keseiusan Pemkab dimana hari ini juga diserahkan buku tabungan bagi para anak, hasil kerjasama antara pemkab Gorontalo dan para donatur nantinya orang tua anak yang memegang,”Tutirnya.

Selanjutnya imbuh Daniel wajib bagi orang tua untuk menginformasikan kepada Dinas Sosial dan para Donatur mengenai perkembanganya.

“Karena buku tabungan ini akan diisi oleh pemkab dan donatur ketika ada keperluan anak disekolah,” tukasnya.***(RL)

Comments are closed.