Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

Pemerintah Didorong Perkuat Industri Kreatif Untuk Bangkitkan Perekonomian

0 142

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO-Di era golablisasi dengan majunya industri teknologi saat ini industri kreatif berpotensi besar dalam meningkatkan perekonomian. Oleh karena itulah industri kreatif semestinya memperoleh dukungan pemerintah agar mampu meningkatkan kualitas mutu sehingga mampu melakukan penetrasi pasar dengan baik.

“ Kami melihat otensi industri kreatif di DIY luar biasa. Pada saat pandemi mampu menerobos batas geografis, pemasaran bisa menjangkau ke mana-mana, tinggal bagaimana kita mengorganisir pasar,” ungkap anggota Komisi I DPR RI, Sukamta,saat menjadi narasumber Seminar Merajut Nusantara Bakti Kominfo, Jumat (16/4/2021), yang disiarkan secara virtual dari Hotel Royal Dharmo Yogyakarta.

Lebih lanjut Sukamta mengatakan sebagian besar UMKM di DIY rupanya belum manfaatkan akses teknologi informasi. Sebagian tidak menggunakan komputer dan internet, hal ini kemungkinan karena keterbatasan akses.

“Ditambah lagi jika desain kerajinan tangan bisa menggunakan teknologi digital memiliki nilai tambah besar sekali,” ujar Sukamta.

Selain itu, Sukamta menyatakan industri kreatif terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja. Berdasarkan data tahun 2019 setidaknya terdapat 18 juta orang bekerja di sektor tersebut.

“Bisa kita bayangkan 18 juta orang itu masing-masing punya kreativitas menghasilkan produk,” katanya.

Dalam seminar bertema Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Meningkatkan Daya Saing Industri Kreatif ini Sukamta memaparkan industri kreatif memberikan sumbangan pendapatan yang cukup besar bagi Indonesia hingga mencapai Rp 10 triliun.

” Persoalannya, industri kreatif di Indonesia tidak ada pembatasan, berbeda dengan negara lain seperti Inggris. Di sana, cakupan industri kreatif lebih fokus. Di Indonesia industri kreatif mulai dari pertanian hingga kuliner. Semua. Pokoknya asal ada inovasi disebut kreatif,” jelas politisi PKS dapil DIY.

Sukamta mencontohkan gudeg dahulu pakai pincuk disantap di pawon, sekarang tersedia gudeg kaleng kemudian disebut industri kreatif. Di negara lain, lanjut dia, kuliner tidak masuk kategori industri kreatif.

“Saya bisa memahami di Inggris ada lebih dari 60 nama makanan tetapi barangnya sama, ikan goreng plus kentang potong kecil-kecil,” ujarnya.

Sementara itu kreasi kuliner Indonesia sangat luar biasa sehingga mampu mendominasi ekonomi kreatif tingkat nasional yang mencapai 41 persen.

Di luar kuliner, anggota Fraksi PKS daerah pemilihan DIY ini menambahkan, DIY menyimpan potensi besar industri kreatif.

“Warga DIY juga dikenal memiliki keterampilan tangan sangat bagus, banyak industri fashion dari New York dan pusat fashion Asia serta Eropa mengambil produk dari DIY,” ungkap Sukamta.

Di negara lain teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi fokus industri kreatif sedangkan di Indonesia baru sebatas sebagai sarana penunjang. Hal ini menjadi tantangan pengembangan industri kreatif di negeri ini.

“Kita berharap pemerintah secara sistematis memberi akses untuk menyambungkan kampus, pasar dan memberi proteksi sehingga pengusaha menjadi kuat bersaing,” pungkas Sukamta. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.