Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Pemeriksaan Victor Laiskodat Tidak Dihentikan

JAKARTA, CAKRAWALA.CO,- Bareskrim Mabes Polri masih mendalami kasus pidato Viktor Bungtilu Laiskodat yang disampaikan di Nusa Tenggara Timur. Dalam pidatonya itu Viktor menyebut empat partai mendukung berdirinya khilafah di Indonesia. Pidato kontroversi itu dianggap sebagai ujaran kebencian.

Karo Multimedia Mabes Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan, polisi akan segera memeriksa Viktor atas pidatonya tersebut. Viktor akan diperiksa atas sebagai terlapor. Ada empat partai yang melaporkan Viktor yaitu PAN, Gerindra, PKS dan Demokrat. Namun belum dipastikan waktunya.

“Ya, nanti itu penyidik itu yang menentukan (kapan Viktor akan diperiksa),” kata Rikwanto usai acara serah terima jabatan di loby Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/11).

Dia menjelaskan, polisi sudah memeriksa 20 orang saksi yang menyaksikan dan mendengar pidato yang disampaikan Viktor. Pihaknya juga telah meminta keterangan dari para saksi ahli bahasa, saksi ahli bahasa Indonesia dengan versi Kupang.

Selain itu, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengaku telah melakukan koordinasi dengan DPR terkait pemeriksaan anggota dewan sesuai UU MD3. Pihaknya meminta agar Majelis Kehormatan Dewan (MKD) segera bersidang menyikapi kasus Viktor. Sidang MKD akan menentukan kapasitas Viktor saat berpidato.

“Kita mintakan salah satu kegiatan selanjutnya adalah adanya sidang ya di Majelis Kehormatan Dewan yang bisa menyatakan apakah pernyataan saudara viktor kaitan pribadi atau dalam kaitan sebagai anggota DPR,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menyatakan, kasus yang menjerat Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Viktor Laiskodat tetap berlanjut. Karena memang pihaknya merasa belum pernah mengeluarkan SP3 atas kasus tersebut.

“Siapa yang bilang SP3? Belum ada,” kata Ari di kantor Bareskrim Polri, di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/11). Sebelumnya beredar berita bahwa Brigjen Direskrimum Polda Metro Herry Rudolf Nahak menghentikan penyidikan ini karena ada hak imunitas dalam diri Victor Laiskodat.

Sebuah video Viktor Bungtilu Laiskodat di Nusa Tenggara Timur beredar luas. Isinya, Viktor menuding empat partai yang mendukung berdirinya khilafah di Indonesia. Dalam video berdurasi 02.06 menit itu, Viktor awalnya menyebut adanya kelompok ekstremis yang tidak menginginkan dasar negara NKRI. Mereka ingin bentuk negara khilafah.

“Celakanya partai pendukung ada di NTT. Yang dukung khilafah ini ada di NTT itu nomor satu Partai Gerindra, nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, nomor empat itu PAN. situasi nasional ini partai mendukung kaum intoleran,” tegasnya.

“Mengerti dengan khilafah? Semua wajib salat, semua lagi yang di gereja. Mengerti? Mengerti? Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua harus salat,” ujar Viktor.

Diapun bicara soal pencegahan pembentukan negara khilafah oleh kelompok ekstremis tersebut. Dia mengambil contoh masa lalu soal PKI. Lebih lanjut, dia juga bicara soal Perppu 2/2017 tentang Ormas.

“Kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil, kita eksekusi mereka. Gue telepon lu punya ketua umum di sana, suruh you jangan tolak-tolak itu Perppu yang melarang untuk, Perppu Nomor 2 Tahun 2017,” pungkas Viktor yang disambut tepuk tangan dan tawa masyarakat setempat. (merdeka.com/detik.com)

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: