Pembunuhan di Desa Taccorong, LMPI Bulukumba Minta Tersangka di Hukum Mati

BULUKUMBA, CAKRAWALA.CO – Sepekan setelah aksi mahasiswa di depan kantor polres bulukumba,kini Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten Bulukumba melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Polres Bulukumba terkait kasus pembunuhan di desa taccorong, Selasa (12/03/2019).

Ilham selaku Humas LMPI ,Meminta Kapolres Bulukumba untuk memproses kasus pembunuhan tersebut sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku,dan Meminta Kapolres Bulukumba untuk tidak memperlambat proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya berharap agar ke 4 (empat) orang pelaku pembunuhan dijerat hukuman yang seberat-beratnya dengan pasal 340 KUHP dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.”ungkap Ilham.

Tidak hanya itu, massa yang berunjuk rasa depan Mapolres Bulukumba juga memaksa untuk masuk untuk bertemu dengan Kapolres Bulukumba dengan membawa spanduk dan pamplet.

Tak berselang lama, massa aksi LMPI Bulukumba diterima oleh Wakapolres Bulukumba Kompol Syarifuddin di Aula Polres Bulukumba didampingi Iptu Subhan, dan Bripka israfil selaku Penyidik.

Wakapolres Bulukumba, Kompol Syarifuddin mengajak LMPI Bulukumba mengawal kasus tersebut sampai ke pengadilan.

“pengadilan yang memberikan hukuman dan menuntut para tersangka. Jadi, mari kita semua harus kawal Kasus ini sampai selesai” ucap Kompol Syarifuddin.

Di ketahui,korban SH, (23), warga Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, tewas dikeroyok empat pelaku di rumah keluarganya di Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Bulukumba pada Jumat (01/03/2019) lalu yang dilakukan usai shalat Jumat.

korban yang tewas dengan penuh luka robek akibat serangan senjata tajam dari empat orang pelaku yakni AF(21), MR (17), AD (28) dan WY (19). sehingga tak berselang lama, keempat pelaku berhasil diringkus tim satReskrim polres Bulukumba yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Berry Juana Putra.

Akibat peristiwa itu, keempat pelaku yang beberapa diantaranya masih remaja ini di jerat dengan pasal 338 KUHP yang mengakibatkan nyawa melayang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Iswanto)

Facebook Comments