Cakrawala News
Portal Berita Online

Pembunuhan Bocah di Bukit Jamur Gresik Terungkap Akibat Orang Tua Diejek dan Pacar Digoda

0 2,561

GRESIK, CAKRAWALA.CO – Misteri penemuan mayat bocah laki-laki di sebuah kubangan di Bukit Jamur, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jum’at (30/10/2020) pekan lalu akhirnya terkuak setelah polisi berhasil menangkap dua pelaku yakni MSK (15) dan NSI (16).

Pada saat ditemukan, mayat korban yang diketahui bernama Akhmad Arinal Hakim (14) itu ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, pelaku tinggal bertetangga dengan korban. Kedua pelaku pembunuhan tersebut mengakui seluruh perbuatannya dan tidak ada penyesalan.

ads bukopin

“Jadi kami amankan dua pelaku, yakni bocah berinisial MSK dan SNI, keduanya di bawah umur. Kita tangkap di lokasi berbeda. Motifnya adalah asmara,” ungkap kapolres saat konfrensi pers pada Jumat (6/11/2020).

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan motif utamanya adalah dendam pelaku terhadap korban karena korban sering mengejek orang tuanya dan korban sempat menggoda teman perempuan pelaku.Sebelum terjadi pembunuhan, ternyata korban sempat menggoda teman perempuan pelaku melalui pesan WhatsApp.

“Sebelumnya korban menggoda teman perempuan MSK di WhatsApp. Lalu tanpa berpikir panjang, korban dibunuh,” ungkapnya.

Lebih jauh Kapolres Arief mengungkapkan, pembunuhan AH itu ternyata sudah direncanakan sebelumnya. Pada Jumat malam, korban dijemput pelaku usai mengikuti kegiatan Maulid Nabi Masjid. Saat itu, pelaku sudah menyiapkan tali ikat tampar dari rumah untuk mengikat korban. Dan menjemput korban di lapangan desa, lalu diajak ke bukit jamur.

Kemudian sebelum meninggal, pelaku mengaku sempat memukul dengan balok kayu satu kali. Lalu, korban diikat dengan seutas tali dan diceburkan ke kubangan sedalam 2 meter.

“Bahkan untuk memastikan korban meninggal, salah satu pelaku esok harinya bahkan sempat melihat korban untuk memastikan kematian korban,” ujarnya.

Arief menambahkan, kedua pelaku disangkakan dengan Pasal 76 C Jo. Pasal 80 ayat 3 UU No 36 tahun 2014 tentang perubahan UU No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.

“Yang berbunyi setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan pembunuhan berencana dengan ancaman pidana penjara 15 tahun penjara,” pungkas Arief. (Zen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.