Cakrawala News
Portal Berita Online

Pembelajaran Tatap Muka di Kota Madiun Siap Dilaksanakan, Apa Saja Syaratnya?

0 98

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah Sekolah Negeri Kota Madiun bakal dibuka kembali. Ini setelah proses Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dampak pandemi Covid-19 (virus Corona) mulai Maret lalu hingga saat ini masih diberlakukan. Menurut rencana, pembelajaran tatap muka untuk pelajar SD dan SMP tersebut bakal dilaksanakan pada minggu pertama di bulan November 2020.

Wali Kota Madiun, Maidi seusai memimpin rapat persiapan siswa masuk sekolah mengatakan, menurut hasil survey dari semua sekolah di Kota Madiun, hampir 80 persen orang tua murid mengijinkan pembelajaran tatap muka (PTM). Namun Maidi menegaskan, sebelumnya semua guru terlebih dahulu harus menjalani rapid test. Ia menyebut, sedikitnya 4 ribu guru di Kota Madiun di wacanakan bakal mengikuti rapid test.

“InshaAllah bulan depan masuk (Sekolah) dan akan kita uji coba. Tapi mohon maaf, sebelumnya semua guru akan kita rapid semua dulu. Kalau perlu anak-anak dan orang tua yang antar-jemput juga akan kita rapid. Jadi pada minggu pertama masuk, semua harus taat protokol kesehatan, fasilitas cuci tangan harus siap, jadi kita akan merasa tenang,” kata Wali Kota.

ads bukopin

Maidi menambahkan, dalam uji coba pembelajaran tatap muka tersebut (PTM) pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Proses ini sembari melihat perkembangan kasus Covid-19 (virus Corona). Dijelaskan orang nomer satu di Kota Pendekar ini, jika tren kasus Covid-19 menunjukkan penurunan, maka maidi berjanji akan membuka kelas yang lainnya.

“Jika nanti ditemukan kasus positif Covid-19, maka sekolah yang bersangkutan akan kita tutup dulu. Jadi, kita terus melangkah, tapi Covid-19 harus kita rem dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Heri Wasana mengatakan, keputusan pelaksanaan pembelajaran tatap muka didasari dari kondisi Covid-19 di Kota Madiun berangsur membaik. Selain itu juga dikatakan, adanya desakan orang tua murid untuk dilakukan pelajaran tatap muka (PTM).

Terkait sekolah, heri menyebutkan sudah siap. Kesiapan tersebut meliputi rapid tes untuk guru, mempersiapkan SOP pembelajaran tatap muka, sampai kepada sarana dan prasarana protokol kesehatan.

“Urgensinya adalah, pertama anak-anak akan menerima rapor, serta adanya desakan dari orang tua murid yang menghendaki anak-anak masuk sekolah,” kata Heri.

Heri menambahkan, sebelumnya Wali Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan Kota Madiun, telah membagikan angket persetujuan masuk sekolah kepada orang tua murid, baik tingkat SD maupun SMP. Sedikitnya lebih dari 75 persen atau hampir 80 persen, orang tua mengijinkan anak-anak mereka masuk sekolah.

“Sebelum masuk nanti akan ada simulasi, kemudian kita lakukan evaluasi, baru kemudian boleh masuk dengan kuota 50 persen. Kalau dalam beberapa kali pertemuan hasilnya baik, maka selanjutnya kelas lain akan dibuka,”tutupnya.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.