Pembangunan Proyek Nasional Jalur Pantura Baluran Picu Kemacetan.Sopir Merugi

SITUBONDO CAKRAWALA.CO – Proyek perbaikan jalan pantura tepatnya di jalur hutan Taman Nasional Baluran Kabupaten Situbondo Jawa Timur menjadi pemicu kemacetan.Kendaraan  dari Surabaya hendak ke Banyuwangi maupun arah sebaliknya harus mengantri lama.

Antrian pun kadang tidak terhindarkan mengular hingga mencapai satu kilo meter dan memakan waktu hingga setengah jam lamanya untuk dapat melalui jalur ini.

Akibat kemacetan ini,para sopir yang membawa sembako maupun barang bangunan harus merugi .Pasalnya para sopir harus berlama lama menunggu antrin dan bahan bakar kendaraanpun harus  terkuras banyak.

“ Salah satu pemicunya barang material yang di taruh sembarangan mas.Masak material batu dan pasir di taruh di sebelah kanan kiri jalan.Akibatnya jalan jadi menyempit,jalur yang biasanya bisa untuk dua  kendaraan saat ini hanya satu jalur.Kendaraan kitapun harus bergantian “ Ujar saiful salah satu sopir sembako , selasa ( 09/04/2019)

Proyek ini sebenarnya memang nantinya untuk kenyaman para sopir mas,namun masak saat pembangunan harus merugikan sopir.Kamipun saat ini harus merogoh kocek tambahan untuk membeli BBM.Seharusnya para pangawas pekerjaan dari pemerintah harus lebih mengerti pada nasib para sopir yang melalui jalur ini bukan terkesan membiarkannya.

Mungkin sebagian dulu di kerjakan sampai selesai baru ke lokasi lainnya,bukan langsung pekerjaan di fokuskan dalam satu titik dan merugikan para sopir karena jalur menyempit,pungkas saiful

“ Proyek ini sendiri terlaksana salah satunya dari pajak yang kita bayar mas.Walaupun sebenarnya kerugian akibat kemacetan ini tidak terlalu signifikan,namun masak pihak perencana kegiatan tidak melakukan teguran jika proses pembangun sendiri juga merugikan masyarakat lainnya,Tegas Saiful dengan nada kesal.

Proyek Peservasi Jalan Situbondo-Ketapang-Banyuwangi sendiri di kerjakan oleh PT Aditya Sinar Pratama dengan menghabiskan anggaran lebih dari 63 Milyar dengan waktu 313 hari Kalender.

Pembangunan ini sendiri di harapkan dapat mempermudah jalur prekonomian lintas antar pulau serta para pemudik yang melalui jalur ini.Sebelumnya jalur pantura yang panjangnya kurang lebih Dua Puluh Kilo Meter yang membelah hutan Taman Nasional Baluran ini, terkenal dengan jalur tengkorak karena jalan banyak yang rusak serta penerangan minim di malam hari. JATIM 1

 

Facebook Comments