Pembangunan Melanggar di Jakpus Marak, LP2AD: ‘Ganti Petugas Citata Yang Lamban’

 

JAKARTA, CAKRAWALA.CO- Dari tahun ke tahun pelanggaran pembangunan di wilayah Jakarta Pusat meningkat. Kinerja petugas Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta Pusat dalam mengawasi soal bangunan dipertanyakan publik.

Sementara, berdasarkan data dari Satpol PP Jakarta Pusat telah membongkar 17 bangunan yang melanggar alias tidak sesuai dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhitung mulai dari Maret hingga Juli 2019.

Kasatpol PP Jakpus, Bernard Tambunan menerangkan, Satpol PP melakukan pembongkaran bangunan sesuai dengan hasil Rekomtek dari Sudin Citata Jakpus.

“Umumnya bangunan yang dibongkar karena tidak sesuai IMB. Satpol PP mengerjakan pembongkaran sesuai dengan aturan dan Sudin Citata Jakpus yang memberikan tanda mana saja yang akan dibongkar,” tandasnya, Selasa (09/07/2019).

Kepala Seksi Tibum Satpol PP Jakarta Pusat, Widianingsih menambahkan, pihaknya menerima sebanyak 39 usulan Rekomtek bangunan dari Sudin Citata Jakpus yang akan dibongkar.

“Dari 39 usulan Rekomtek Sudin Citata Jakpus. Baru 17 bangunan yang sudah dibongkar,” terangnya.

Pada umumnya, sambung Widianingsih bangunan yang akan dibongkar Satpol PP kebanyakan sudah 90 persen dan sudah dihuni.

“Kami tetap melakukan pembongkaran bangunan tersebut dan pemilik bangunan selanjutnya mengikuti sidang Yustisi,” paparnya.

Menanggapi kinerja Citata Jakpus yang lamban dalam mengusulkan Rekomtek bangunan yang melanggar. Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mendesak Kadis Citata DKI segera mengganti Kasudin Citata Jakpus hingga tingkat kecamatan yang tersebar di wilayah Jakpus. Tujuannya supaya bekerja menjalankan tupoksi pengawasan bangunan dengan benar.

“Kami minta Kadis Citata yang baru dilantik kemarin oleh Gunernur Anies Rasyid Baswedan segera mengganti Kasudin Citata Jakpus,” tegasnya.

Karena, sambung Vicror dinilai tidak bekerja maksimal mengawasi pembangunan bermasalah di wilayah Jakpus.

“Secara kasat mata pelanggaran pembangunan bisa rampung. Meski terpasang segel merah di lokasi pembangunan seperti pembangunan di Jalan Kebon Kacang Tanah Abang dan Rawasari Barat IX dan Cempaka Putih Tengah XXVII Cempaka Putih dan Jalan Kran II Gunung Sahari Selatan Kemayoran,” tandasnya. (Is)

Facebook Comments
%d bloggers like this: