Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Pembangunan Jalan Tol Di DIY Harus Berdampak Pada Perekonomian Rakyat

0 14

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO-Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY Dwi Wahyu Budiantoro meminta pembangunan jalan tol Yogyakarta-Semarang maupun Yogyakarta-Soloh  benar-benar berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Jangan sampai proyek itu hanya membuat  warga DIY menjadi penonton.

“Pemda harus memberi penjelasan yang sejelas – jelasnya. Jangan sampai ketika sudah jadi warga DIY hanya jadi penonton . Kayak bandara (YIA). Sekarang kita dari bandara dapat apa? Bandara itu kita ndelongop,” tegas  Dwi Wahyu B, Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Rabu (15/7/2020), di DPRD DIY.

Lebih lanjut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ini bisa memaklumi Ngarsa Dalem sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang sempat ragu-ragu, mengingat DPRD DIY belum menerima penjelasan mengenai konsep pembangunan proyek nasional tersebut.

“Tol itu harus ada kejelasannya  terhadap dampak perekonomian DIY. Kalau ada isu atau pernyataan Ngarsa Dalem tidak setuju atau setuju, itu terjadi karena tidak ada kejelasan. Keberadaan tol  harus memihak pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya..

Dwi Wahyu menambahkan, inilah saatnya Pemda DIY Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY maupun Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY duduk bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

“ Pemda DIY harus memperjelas sejauhmana tol yang melewati Yogyakarta ini berimbas pada perekonomian masyarakat DIY. Kudu dijelaske. Kalau nggak jelas jangan,” tandasnya.

Begitu pula rest area, imbuh Dwi,  harus terkonsep dengan exit tol. Artinya rest area mampu menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dia menambahkan, setelah MoU ditandatangani baru kemudian Dinas Perindustrian masuk mengisi konten rest area dengan syarat rest area harus tipe A.

Dwi Wahyu menegaskan  DIY jangan  terkesan hanya sekadar untuk lewat tol tetapi masyarakat harus menjadi subyek bukan obyek penderita.

Dengan demikian  masyarakat ikut menikmati keberadaan tol kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat. 

“Pemda harus mendapatkan kejelasan ini,” kata dia.

Seperti diberitakan, proses pembangunan tol Yogyakarta-Bawen Semarang sudah memasuki tahapan sosialisasi pembebasan lahan.

Tol akan melewati tiga kecamatan di wilayah Sleman sepanjang kurang lebih 7,65 kilometer yaitu Kecamatan Tempel meliputi Desa Banyurejo 166 bidang tanah, Tambakrejo 88 bidang tanah dan Sumberrejo 12 bidang tanah.

Kemudian, Kecamatan Seyegan meliputi Desa Margokaton 190 bidang tanah, Margodadi 76 bidang tanah dan Margomulyo 106 bidang tanah. Sedangkan di Mlati proyek ini akan melewati Desa Tirtoadi. Di sana terdapat 277 bidang tanah yang harus dibebaskan. ( Okta/ Santosa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: