Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Pemahaman Hukum Arteria Dahlan Memprihatinkan

Jakarta,- Arteria Dahlan, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan belum lama ini jadi buah bibir karena tidak menghormati tokoh senior bangsa ini, Prof. Dr. Emi; Salim. Arteria Dahlan dalam diskusi Matanajwa berani nunjuk-nunjuk Prof Emil, hingga beredar tulisan di media sosial sebuah kisah orang tua yang menasehati anaknya agar menghormati guru dan orang tua agar ilmunya berkah.

Ternyata tokoh ini pemahaman hukumnya hanya besar diucapkan. Ia malah tidak bisa membedakan antara barang sitaan dan barang rampasan yang dilakukan KPK, yang kata Arteria Dahlan tidak masuk kas negara.

“Pernyataan ini kami duga berangkat dari ketidakmampuan membedakan antara barang rampasan dengan barang sitaan,” kata Febri Diansyah (Tempo.co, 10/10/2019).

Akhirnya Februa Diansyah pun menjelaskan bahwa penyitaan dan perampasan adalah dua hal yang berbeda. Ia mengatakan KPK melakukan penyitaan dalam proses penyidikan. Sementara, keputusan untuk merampas harta benda tersebut tergantung dari putusan hakim di pengadilan. Hakim dapat membuat keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan perampasan. Dalam kondisi tertentu hakim dapat memerintahkan dilakukan perampasan, atau digunakan untuk perkara lain, atau dikembalikan pada pemiliknya.

Soal emas batangan seperti disinggung Arteria, ada pada kasus korupsi pembangunan pasar dengan terdakwa Wali Kota Madiun Bambang Irianto. Saat penyidikan, KPK menyita emas batangan seberat 1 kilogram. Namun, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya memerintahkan barang sitaan tersebut dikembalikan kepada Bambang.

KPK juga pernah menyita kebun kelapa sawit dalam kasus mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin. Dalam putusannya, hakim memerintahkan perampasan aset tersebut untuk negara. KPK kemudian melakukan perampasan dan melelangnya bersama Kementerian Keuangan.
Jadi, pubik tak perlu heran kekuatan seseorang itu tidak pada suaranya yang keras dan kasar. Biasanya hal itu muncul untuk menutupi kelemahannya. Wallahu a’lam (fur/18/10/2019).

%d bloggers like this: