Cakrawala News
Portal Berita Online

Peluang Keuntungan Dari Hobby Hingga Jadi Bisnis Ditengah Pandemi Covid-19

0 278

MADIUN, CAKRAWALA.CO – Cangkang telur ayam biasanya hanya berakhir di tempat pembuangan sampah, setelah isinya menjadi lauk makan, bahan adonan kue atau campuran minum jamu seduh. Namun ditangan pemuda ini, cangkang telur disulap menjadi kerajinan lukisan yang bernilai jual tinggi.

Iya..adalah Ervan Dwi Susilo (24) warga Desa Tulungrejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun. Hanya dengan menggunakan alat sederhana berupa lem kayu, triplek dan cat furniture serta ketelitian yang tinggi, limbah cangkang telur ini bisa jadi uang hingga jutaan rupiah.

Di galerinya yang kecil bernama Cethe 234 ini, Ervan menceritakan awal dirinya memperoleh ide memanfaatkan limbah cangkang telur. Bermula saat ayahnya yang pulang kondangan membawa nasi kenduri, yang terdapat lauk telur rebusnya. Usai memakan telur rebus, tak sengaja sikunya menindih cangkang telur, dan melihat pecahannya membentuk motif yang unik.

Dari sana, Ervan memiliki ide untuk membuatnya menjadi lukisan dan mengaplikasikannya di atas triplek. Pemuda lulusan sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Madiun ini, membuat lukisan kaligrafi sebagai karya pertamanya. Selanjutnya, Ervan membuat lukisan tokoh yang diakuinya memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi. Seperti, BJ Habibie, Gus Dur, Jendral Sudirman, Ir. Soekarno, Cak Nun dan masih banyak lagi.

“Pertama saya buat kaligrafi dulu, lalu saya coba membuat lukisan tokoh. Ya, jauh lebih rumit dan harus teliti karena detail wajahnya harus persis. Kalau tidak teliti dan sabar, lukisannya nggak jadi. Butuh waktu pengerjaan lebih lama,” ungkap Ervan.

Ervan yang juga berprofesi sebagai tenaga cleaning service (CS) di kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Madiun ini menjelaskan proses untuk dapat membuat lukisan cangkang telur. Pertama yang dilakukannya adalah mencuci cangkang-cangkang telur hingga bersih menggunakan sabun dan air, untuk selanjutnya dijemur hingga kering, baru kemudian

“Pertama kita bersihkan. Caranya gampang saja, hanya tinggal dicuci pakai sabun, dibilas air sampai bersih kemudian dijemur sampai kering,” kata Ervan.

Lukisan cangkang telur hasil karyanya pernah dipesan oleh seorang Bupati di Nusa Tenggara Barat. Ervan juga menerima pesanan lukisan sesuai keinginan konsumennya. Sementara untuk harga, ia banderol mulai dikisaran delapan ratus ribu hingga dua juta rupiah atau tergantung tingkat kerumitan lukisan. Dan untuk menyelesaikan satu buah lukisan, dirinya membutuhkan waktu sekitar dua minggu sampai satu bulan.

“Lukisan yang paling sering dipesan konsumen itu foto. Biasanya sih kata pemesan itu untuk kado. Kalau waktu pengerjaan tergantung kerumitan lukisan, tapi biasanya rata-rata dua minggu,” imbuhnya.

Kini, dengan insting seni yang sudah dimiliki sejak tahun 2015, Ervan tidak hanya membuat lukisan diatas media triplek saja. Namun sejak pandemi Covid-19, dimana masyarakat mulai jatuh cinta dengan memelihara bunga, Ervan mulai melirik pot bunga dari bahan gerabah sebagai medianya.

Tak salah lagi, pot pot bunga buatannya banyak digandrungi pe-hobby bunga. Ini karena banyak masyarakat banyak yang bekerja dari rumah, sehingga memiliki lebih banyak waktu untuk menyalurkan hobby bercocok tanamnya.

“Sejak pandemi banyak orang yang bekerja dari rumah, dan lebih punya banyak waktu untuk melakukan hobby menanam bunga. Dari sana saya melihat peluang membuat pot hias cangkang telur untuk tanaman kaktus, dan ternyata banyak yang pesan,” lanjut Ervan.

Untuk mendapatkan bahan baku cangkang telur, Ervan mengaku tidak punya kesulitan. Ia mengumpulkan cangkang-cangkang telur dari tetangga, kantin tempat ia bekerja dan penjual jamu seduh. Untuk jenisnya, Ervan memakai cangkang telur ayam horn, telur ayam kampung dan telur bebek.

Sementara untuk pemasaran, Ervan mengaku untuk sementara hanya melalui sosial media dan dari mulut ke mulut saja. Kedepan, Ervan berencana membawa lukisan-lukisan karyanya ini ke berbagai pameran, agar lebih dikenal.

“Sementara dari mulut ke mulut saja, dari konsumen cerita ke orang lain dan pakai sosial media juga. Rencana akan ikut pameran biar banyak yang kenal,” tutupnya.*(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.