Cakrawala News
Portal Berita Online

Peletakan Batu Pertama Gedung Rawat Inap Anak dan Bedah, Bupati Blitar: RSUD Ngudi Waluyo “Hebat”

0 461

BLITAR CAKRAWALA.CO –Bupati Blitar Rini Syarifah melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung rawat inap anak dan ruang bedah RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Rabu (23/6/2021) siang.

Di kesempatan kali ini, Bupati Rini juga melaunching aplikasi Badan Layanan Umum Derah (E-BULD) dan E-Rekam Medis rumah sakit plat merah tersebut.

Rini mengatakan, adanya tambahan gedung baru ini diharapkan makin memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta mewujudkan Kabupaten Blitar yang mandiri dan sejahtera berlandaskan akhlak mulia, Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur.

ads harlah pkb
Peletakan batu pertama

“Alhamdulillah, RSUD mulai berbenah dimana ini merupakan wujud bantuan dari pemerintah dan bentuk perhatian khusus sebagai upaya meningkatkan pelayanan,” kata Rini.

Jika penggunaan E-BULD dapat dijalankan optimal, lanjutnya, maka pengelolaan laporan keuangan akan cepat, transparan. Semua bentuk layanan menjadi lebih efektif, efisien dan produktif.

“Saya sampaikan terimakasih kepada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yang telah berinovasi dalam mempercepat pelayanan pasien dengan menerapkan E-Rekam Medis. Semoga tidak lagi ditemukan antrian pasien,” ucapnya.

Bupati perempuan pertama di Blitar tersebut juga meminta jajaran di RSUD itu untuk terus meningkatkan kualitas SDM, manajemen dan aset yang dimiliki.

“RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Hebat, luar biasa inovasinya serta semangatnya untuk mensejahterakan, menyehatkan masyarakat Kabupaten Blitar dan upaya mempermudah pelaksanaan,” pungkas Bupati Rini.

Hal senada disampaikan direktur RSUD Wlingi, Endah Woro Utami, ia menerangkan, pembangunan gedung rawat inap anak dan bedah serta peresmian E-BULD serta E-Rekam Medis adalah upaya memperbaiki pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Woro mengatakan, dengan menggunakan sistem elektronik itu maka menjadi lebih efisien, teliti dan lebih transparan jika terjadi penyimpangan.

“Rekam medis tidak menggunakan kertas melainkan dengan barcode dan kemudian muncul rekamnya di poli masing-masing yang dituju sehingga bisa menghemat pengeluaran hingga 40 juta per bulan,” ujarnya.

Di akhir penjelasan Woro Utami menyampaikan, RSUD Wlingi termasuk 100 rumah sakit percontohan di Indonesia. Ia pun mengatakan, pihaknya bisa menyelesaikan apa yang menjadi program 100 hari kerja Bupati. (Adv/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.