Cakrawala News
Portal Berita Online

Pedagang di Bawah Pakaya Tower Setuju Tempatnya Dipindahkan

0 3

GORONTALO CAKRAWALA.CO,- Sejumlah pedagang kuliner tepat di bawah ‘Pakaya Tower’ setuju jika tempat yang sudah biasa menjadi tempat berjualan mereka itu untuk dipindahkan atau (Direlokasi) sementara di depan Kantor Dinas Kominfo hingga gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Kesepakatan tersebut dilahirkan melalui pertemuan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo dengan sejumlah pedagang melalui rapat yang dipimpin langsung Asisten III Bupati Gorontalo, Hen Restu, Kamis (15/8), di Kantor Kominfo Kabupaten Gorontalo.

“Sesungguhnya hal ini merupakan Iktikad baik Pemkab Gorontalo untuk menata lebih baik wajah Kota Limboto,” kata Hen Restu.

ads bukopin

Sebab menurutnya, Kota Limboto akan dilakukan pembangunan tahap dua untuk penataan taman budaya. Kalau itu sudah ditata dengan baik maka akan menambah keindahan Kota Limboto.

“Dan pengunjung pun yang akan menikmati makanan kuliner di tempat ini akan merasa nyaman karena tempatnya sudah lebih bagus. Ini pula akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Hen.

Dia menegaskan bahwa tidak hanya Taman Budaya Limboto yang bakal ditata namun juga Pemkab Gorontalo akan menyediakan tempat khusus bagi sejumlah pedagang.

“Tempat khusus ini di eks Agung supermarket akan dibangun Foodcourt (adalah sebuah tempat makan yang terdiri dari gerai-gerai (counters) makanan yang menawarkan aneka menu yang variatif). Tujuannya di bangunnya ini untuk menampung atau menata para pedagang makanan kuliner yang ada di seputaran taman menara termasuk pedagang di jalur terowongan,” jelas Hen.

Dia menuturkan adapun design Foodcourt tersebut lebih menonjolkan nuansa alam, penataan taman lebih banyak di tampilkan. Sedangkan untuk pekerjaan betonnya hanya untuk pendestrian dan tempat lapak-lapak pedagang yang bahannya juga banyak menggunakan material alami.

“Foodcourt Style atau konsep industrial vintage sesuai dengan gaya arsitektur tempat kuliner yang sekarang ini dengan memperhitungkan lingkungan yang ada di sekitar foodcourt sehingga untuk penampilan foodcourt membuat banyak tanaman sehingga kesan nature menyatu dengan taman budaya di site sebelahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syamsul Baharuddin mengatakan bahwa penataan taman budaya tahap I dan II sudah diprogramkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Untuk tahun 2019 setelah pembangunan Taman budaya tahap I ini akan dilanjutkan dengan pembangunan taman budaya tahap II area sekitar terowongan menara akan disterilkan. Karena akan ada kegiatan di terowongan menara yang direncanakan akan dibuat taman air mancur,” kata dia.

Dia menambahkan bahwa pada tanggal 30 Juli 2019 sesuai hasil Rakortas internal Pemkab Gorontalo untuk sementara Pedagang Kaki Lima (PKL) akan direlokasi di seputaran Dinas Kominfo sampai dengan Gedung PGRI. Selain itu ia mengakui telah terjadi diskomunikasi antara Pemkab Gorontalo dan PKL sehingga pembongkaran tanggal 14 Agustus 2019 belum diketahui sebagian besar PKL.

“Pemerintah terus memprioritaskan para PKL ini dan akan disiapkan jalur kelistrikan dan air PDAM untuk PKL diseputaran Dinas Kominfo sampai dengan gedung PGRI. Ini hanya lokasi sementara — setelah Foodcourt selesai dibangun Tahun Anggaran (TA )2020 maka PKL menjadi prioritas menempati tempat baru itu,” tandasnya.***

Leave A Reply

Your email address will not be published.