Cakrawala News
Portal Berita Online

Pedagang BBM Eceran Dilarang Jual Pertalite, Wadul ke DPRD

0 534

Madiun, Cakrawala.co – Menyusul adanya larangan menjual BBM jenis pertalite bagi penjual BBM eceran, sejumlah pedagang BBM eceran menyurati DPRD Kabupaten Madiun, dilanjutkan rapat dengar pendapat (hearing) dengan pihak Pertamina, Jumat (17/9/2021).

Hearing yang berlangsung selama dua setengah jam antara pihak paguyuban pedagang BBM eceran, Pertamina dan DPRD Kabupaten Madiun ini berlangsung alot. Pihak pertamina tidak bisa memberikan jawaban atas tuntutan masyarakat, untuk diijinkan kembali berjualan pertalite.

Salah seorang perwakilan penjual BBM eceran, Husein Fata Mizani mengatakan, mereka mengaku diberatkan oleh pemberlakuan pemerintah yang melarang berjualan pertalite secara eceran, dan hanya jenis pertamax saja yang diijinkan. Padahal diketahui, kedua jenis BBM tersebut sama-sama bukan merupakan BBM bersubsidi.

“Kondisi kami sudah sulit akibat pandemi yang belum juga selesai, berjualan BBM eceran kami harapkan bisa membantu ekonomi kami. Apakah masih akan dipersulit lagi dengan kebijakan larangan berjualan pertalite. Kenapa hanya jenis pertamax saja yang diperbolehkan, padahal kita tahu keduanya bukan jenis BBM bersubsidi,” kata Husein.

Husein yang mewakili sedikitnya 170 penjual BBM eceran mengaku, bakal mengawal dan mengadukan hal ini jingga ke ranah pusat. Sebab menurutnya, perwakilan pihak Pertamina regional Madiun yang hadir dalam hearing dianggap belum bisa memberikan jawaban tegas.

Sales Brand Manager Pertamina Kota Madiun, Praditya Reviandi mengaku, saat ini pihaknya hanya menjalankan apa yang telah menjadi kebijakan dari pemerintah pusat, tentang larangan berjualan BBM eceran.

“Kita hanya melaksanakan apa yang telah menjadi kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun, Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya sebagai wakil rakyat, berharap ada kebijakan yang lebih dengan mempertimbangkan sisi manusiawi, sisi sosial dan sisi ekonomi. Apalagi saat ini masih dalam situasi pandemi.

“Kita berharap, adaa kebijakan yang tidak memberatkan masyarakat, dengan mempertimbangkan banyak aspek, baik ekonomi, sosial dan sisi manusiawi,” kata Wahyu. *(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.