Cakrawala News
Portal Berita Online

PDP Dicurigai COVID-19 di Bone Bolango Telah Dibawa ke RSAS

0 12
idul Fitri Cakrawala

GORONTALO CAKRAWALA.CO- Salah seorang PDP (pasien dalam perawatan) di Kabupaten Bone Bolango telah di bawa ke RSUD. Aloe Saboe (RSAS) untuk diberikan perawatan sembari menunggu hasil laboratorium swap.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Bone Bolango, Hamim Pou saat dikonfirmasi mengenai salah seorang warga yang dicurigai terpapar virus corona atau COVID-19, pada Rabu (8/4). Hamim menerangkan, saat ini orang tersebut telah di bawa ke RSUD. Aloe Saboe.

“Untuk berjaga-jaga keluarganya kami pindahkan ke Rumah Sakit Toto Kabila. Keluarganya negatif. Tapi untuk berjaga-jaga kami isolasi,” ujar Hamim

Hamim menjelaskan, berdasarkan informasi PDP tersebut berasal dari luar daerah yakni Sulawesi Selatan. Namun, orang tersebut adalah warga Gorontalo yang mengikuti suatu kegiatan di Gowa, Makassar.

Terpisah, petugas kesehatan yang terdiri dari unsur PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Bone Bolango dan Provinsi Gorontalo, bersama TNI/Polri pagi tadi melakukan penyemprotan di sekitar area rumah pasien yang dicurigai tersebut.

Salah seorang petugas, Nurdin Dali menerangkan kepada awak media bahwa, sesuai instruksi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, mereka melakukan penyemprotan di area radius 50 meter dari rumah orang tersebut.

“Setelah penyemprotan ini, akan ditindaklanjuti oleh pemerintah setempat,” ucapnya.

Nurdin mengatakan, aktivitas yang dilakukan oleh orang yang dicurigai tersebut adalah jamaah tablig, dan dilakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan rumahnya. Penyemprotan tersebut dilakukan, karena pada hari ke 12 orang tersebut telah mulai menunjukan gejala yang mengarah ke COVID-19, tapi katanya hal itu belum bisa dipastikan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, oleh karena orang dicurigai itu sadar telah berkunjung ke luar daerah yakni, Sulawesi Selatan. Orang tersebut mulai melakukan pembatasan sosial (social distanting) secara mandiri.

“Kemudian akan kita telusuri pasien ini telah pergi kemana saja, untuk dilakukan penyemprotan,” pungkasnya.

Nurdin mengungkapkan, sampai dengan saat ini orang dari luar daerah ada 120 orang. Yang sementara dalam pemantauan, yakni yang sudah menunjukan gejala ada 9 orang termasuk orang dalam pengawasan tersebut.****(Adv/Fadhil)

Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita ini ?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: