Cakrawala News
Portal Berita Online

Paska Pengancaman dan Pemerasan Camat, Anggota KKB Ditangkap

0 3

LHOKSEUMAWE-CAKRAWALA.CO-Seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata, ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe, paska pengancaman dan pemerasan yang dilakukan kepada Camat di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara.

Pelaku berinisial menangkap BT (36) Warga Sawang, diketahui memiliki senjata jenis air soft gun yang digunakan untuk mengancam dan menakuti camat setempat.

Kapolres Kota Lhokseumawe AKBP Ari Lasta melalui Kasat Reskrim AKP Indra Herlambang menyebutkan, pelaku mendapatkan senjata tersebut dari AB alias Tentra Raman yang tewas ditembak dalam kontak tembak beberapa waktu lalu dengan aparat kepolisian.

ads bukopin

Saat kejadian kontak tembak dengan Tentra Raman, senjata laras pendek yang dicari petugas tidak ditemukan ditubuh korban usai dilumpuhkan”, Kita lakukan pengembangan dan penyelidikan, akhirnya senjata tersebut kita temukan ditangan yang bersangkutan, dan hasilnya sesuai dengan Laporan dari Polsek Sawang pelaku yang sama juga melakukan pengancaman dan pemerasan terhadap Camat Sawang”, Ujarnya, Senin (6/01/2020) pada konferensi pers di Aula Mapolres setempat.

Dijelaskan, Pelaku juga telah merubah warna senjata dari silver menjadi hitam, dengan menggunakan cat semprot pilog hal ini untuk menghindari dari pelacakan petugas”, Pistol ini yang digunakan pelaku untuk memeras Camat Sawang pada 9 Juli 2019 lalu sekitar pukul 11.00 WIB, saat itu tersangka menghubungi camat dan meminta uang Rp1 juta. Tersangka juga menodong senjata ke camat itu,” Kata Indra.

Dari Informasi ini, pihaknya melakukan penyelidikan, hingga akhirnya, tersangka berhasil ditangkap pada hari, Jumat (3/1) di rumahnya.Pihaknya belum bisa menyimpulkan hubungan tersangka dengan Alm.Tentra Raman, karena masoh dilakukan pengembangan.”, Kami menghimbau kepada masyarakat yang masih menyimpan dan memiliki senjata api, lebih baik diserahkan kepihak berwajib, dan kami akan fasilitasi dan beri kemudahan”, himbau Kasat.Apabila setelah dihimbau masih menyimpan, maka pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas setegas-tegasnya, karena perbuatan tersebut bertentangan dengan hukum.

Atas perbuatan tersangka, polisi menerapkan
Pasal 335 ayat (1) KUHP Sub Pasal 1 ayat (1) UU RI nomor 12 tahun1951 tentang senjata api dan bahan peledak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(MS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.