Cakrawala News
Portal Berita Online
ads idul fitri cakrawala
Harita idul

Pasca Bom Makassar, Kapolda Jatim Minta Perketat Penjagaan, Gandeng Forkopimda dan Tokoh Agama

0 303

SURABAYA CAKRAWALA.CO – Aksi bom bunuh diri kembali terjadi di Indonesia. Kali ini bom meledak di bilangan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan. Atas peristiwa ini, Kapolda Jawa Timur, turut prihatin, serta mendoakan semua bisa segera membaik.

Atas kejadian ini, Polda Jawa Timur memperketat penjagaan di pintu masuk gerbang Mapolda serta gereja-gereja di Surabaya, termasuk yang pernah menjadi sasaran teroris pada tahun 2018 silam, dan di seluruh tempat ibadah umat kristiani tersebut di seluruh wilayah di Jawa Timur.

“Tragedi teror bom di gereja katedral makassar, atas kejadian pada Minggu pagi itu, Kapolda serta jajaran turut prihatin dan mendoakan semua bisa membaik kembali dan memperketat penjagaan di seluruh wilayah di Jatim,” jelas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Minggu (28/3/2021) siang.

Ia mengatakan, memang benar ada instruksi dari Kapolda Irjen Pol Nico Afinta untuk memperketat penjagaan di Instansi Polri mulai dari Markas Polsek, Polres hingga Polda. Kemudian menginformasikan ke seluruh anggota polisi untuk tetap waspada.

“Semua penjagaan di Instansi Polri yang ada di Jawa Timur. Informasikan kepada anggota tetap waspada,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan gereja Katedral di Makassar Sulawesi Selatan pada hari Minggu tanggal 28 Maret 2021, sekira pukul 10.00 WITA.

Polda Jatim, kata Gatot, bekerjasama dengan Forkopimda untuk menjaga keamanan kamtibmas di masing-masing wilayah, agar tetap kondusif serta melakukan pemetaan dan deteksi dini terhadap kelompok-kelompok yang disinyalir mempunyai paham radikalisme di wilayah masing-masing. Dengan melibatkan tokoh agama yang moderat guna meminimalisir pengikut kelompok radikal.

“Sinergitas dengan Forkopimda yang ada di wilayah masing-masing agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan menangkal aksi radikal di masing-masing wilayah melalui giat Deradikalisme terhadap kelompok yang disinyalir mempunyai paham radikal atau komunitas yang lain,” katanya.

Masih kata Gatot, peran Bhabinkantibmas yang ada di wilayah menggiatkan kembali giat pemolisian masyarakat (Polmas) termasuk unsur-unsur Pengamanan yang ada di lingkungan masing-masing, (Pam swakarsa/internal) agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan peka terhadap masalah keamanan terutama untuk mewaspadai jaringan teroris.

“Patroli secara rutin dan melaksanakan strerilisasi di gereja yang ada di wilayah hukum masing-masing khususnya saat ada kegiatan peribadatan, serta perketat pengamanan dan penjagaan di Mako Polri serta mengantisipasi aksi penyerangan kepada anggotanya,” tutup Gatot. (NN95/ek)

Leave A Reply

Your email address will not be published.