Cakrawala News
Portal Berita Online
Banner Sky Kiri
Banner Sky Kanan

Paryati, Budi dan Adi, Potret Suram Pembangunan Kesejahteraan Kita

KEBUMEN JATENG CAKRAWALA.CO , – Potret kemiskinan ibarat dua sisi mata uang selalu saling berdampingan memunculkan pemandangan memprihatinkan. Seperti kondisi yang dialami seorang  warga bernama Paryati (40) dan kedua putranya Budi Santoso (10) dan Adi (7). Ketiganya tinggal di Desa Surorejan, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Mereka harus rela hidup dan tinggal dengan segala kekurangan yang dialaminya. Rumah bertiang kayu dan berdinding anyaman bambu, dengan bagian belakang rumah terbuka hanya sekat bilik bamboo yang menutupinya.

Saat malam hari, penerangan yang dapat diandalkan hanya lampu minyak tanah itupun sangat terbatas karena cahaya lamu yang tidak seterang cahaya listrik.  Mereka tidur bertiga diatas sebuah dipan (tempat tidur dari kayu dan bambu) tanpa Kasur dan bantal.

Prihatinya lagi  kedua bocah Budi dan Adi terpaksa harus putus sekolah lantaran dilarang oleh ibunya yang belakangan diketahui memiliki tanda-tanda gangguan kejiwaan. Bahkan jika anaknya minta sekolah tak segan-segan sang ibu menyakiti.

Kini kedua bocah tersebut menghabiskan hari-harinya bersama  sang ibu yang juga tidak memiliki pekerjaan dan hanya membuntuti kemana pun kedua anaknya pergi. Termasuk saat sang anak bermain dengan teman-temannya, Paryati pasti berada disekitar mereka  untuk mengawasi.

Suradi, Kepala  Dusun setempat menyebutkan untuk memenuhi kebutuhan hidup Paryati dan kedua anaknya,  kini hanya bergantung pada belas kasihan warga disekitar tempat tinggalnya.

“Warga sekitar sini juga sudah kebingungan untuk mengambil sikap, lantaran Paryati sehari-harinya seperti orang waras yang bisa menjalankan aktifitas, namun disisi lain berperilaku aneh yang berbeda dengan orang waras. “Tapi ya itu, dibilang waras kayak gitu,” jelas Suradi.

Ia menambahkan para tetangga dan Pemerintah Desa sudah berupaya memperhatikan keluarga Paryati dan kedua anaknya tersebut,  termasuk mengupayakan BPJS Kesehatan dan bantuan-bantuan lain dari pemerintah.

“Tahun lalu, kedua anaknya itu pernah dimasukkan sekolah, ibunya ikut ke sekolah. Setelah dua atau tiga hari, anaknya dilarang sekolah,” Imbuh Suradi saat berbincang bersama cakrawala.co.

Saat dijumpai dirumahnya, salah seorang bocah Paryati yaitu Budi sempat menuturkan keinginannya untuk bersekolah kembali, namun karena dilarang dan sering dimarahi ibunya kalau sekolah Budi pun terpaksa berhenti sekolah.

Budi mengakui jika ia pernah merasakan sekolah namun hanya hitungan hari, sementara adiknya hingga sekarang belum pernah merasakan bangku sekolah. “Pengen banget sekolah tapi nang mamake ora ulih, nek maksa digebuk nganggo kayu” tutur Budi.

Mujiatun, tetangga Paryati sekaligus Bu RTnya setempat menjelaskan, sikap Paryati yang berperilaku aneh ini terjadi sejak melahirkan anak kedua. Setelah anak keduanya lahir, anaknya sempat dibawa orang ke Cilacap untuk diadopsi. Namun karena berbagai hal akhirnya belum genap setahun, anak tersebut dikembalikan kepada orangtuanya. Sejak saat itu, perilaku Paryati menjadi semakin aneh karena sangat hiper protektif kepada anak-anaknya. “Kasihan kedua anaknya. Karena ibunya seperti itu, anaknya menjadi korban,” kata Mujiatun.

Sementara itu suami Paryati yang diketahui bernama Saat asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pergi meninggalkan Paryati dan kedua anaknya hingga saat ini tak pernah kembali.

Kepala Desa Surorejan Sarwono menjelaskan, untuk berbagai bantuan program pemerintah keluarga Paryati sudah  menerima. Seperti program keluarga harapan, Raskin dan BPJS Kesehatan. Termasuk pihaknya telah mengusulkan bantuan listrik, sebenarnya sudah dilakukan survei. “Tetapi sampai saat ini masih belum terealisasi” katanya.

Sarwono berharap Pemkab Kebumen dan Dinas terkait dapat membantu dan mencarikan solusi agar permasalahan keluarga Paryati dapat tertangani dengan baik, terutama dalam hal ini nasib kedua anaknya yang masih anak-anak. “Kebutuhan akan pendidikan mereka paling utama” tandas Sarwono.***WW

Facebook Comments
%d bloggers like this: