Para Penggiat Posko Sinergi Peduli Lintas Komunitas Garut Santuni Bocah Penderita Tumor

GARUT JABAR CAKRAWALA.CO ,- Para Penggiat Sosial dari Posko Sinergi Peduli lintas Komunitas Kabupaten Garut melalui Komunitas Sabanda Sariksa telah menyerahkan santunan berupa uang tunai hasil kegiatan penggalangan dana untuk balita penderita penyakit tumor ganas dimata.

Penderita atas nama De Silmi usia 4 tahun warga Kampung Urug, Desa Panembong Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut,  Jawa Barat.

“kami menyerahkan bantuan ini amanat dari rekan-rekan berbagai komunitas yang telah melakukan penggalangan dana baik masing-masing komunitas maupun yang tergabung di Posko Sinergi,”kata Bayu kordinator penggalangan dana kepedulian dari Sabanda Sariksa, usia menyerahkan bantuan tersebut, Rabu (21/8/2019).

Penyerahan Santunan Hasil Penggalangan Dana kepada Penderita Tumor Ganas di Mata, foto dok

Menurutnya proses penggalang  dana dilakukan baik dari internal anggota komunitas maupun hasil penggalangan dana dari acara di Car Free Day (CFD) jalan Ahmad Yani Garut, dengan komunitas yang terlibat diantaranya REPTILE Divisi Piomongeun dan KRG, DISC JOCKEY Circle Crown,  BMX Street Players, DOOGIE LOVERS, BERBAGI NASI GARUT,  DPC KNPI Bayongbong,  FK-KIM Garut,  1% BIKERS BROTHER HOOD,  DPD PANNA Garut dan  DISKOMINFO Garut.

“Bantuan yang terkumpul sekedar untuk meringankan beban orang tua penderita saat melakukan pengobatan di RSHS Bandung, dimana sempat terhenti karena tak memiliki biaya untuk bertahan di Bandung selama menjalani teraphy,”ungkapnya.

Sementara itu menurut Yanto tokoh Pemuda Kecamatan Bayongbong, pihaknya bersama warga sekitar juga telah melakukan berbagai upaya untuk membantu meringankan beban biaya dari Balita De Silmi penderita tumor ganas dimatanya tersebut.

“alhamdulillah ternyata rekan-rekan kami juga dari lintas Komunitas di Garut telah bahu membahu melakukan kegiatan penggalangan dana sehingga dapat meringankan beban biaya bagi orang tuanya karena proses pengobatan Silmi masih cukup panjang.”ungkapnya.

Yanto menyebut meski biaya pengobatan Silmi sebagian tercover oleh BPJS Kesehatan warga kurang mampu, namun tetap saja untuk biaya keseharian orang tuanya masih mengalami kesulitan terutama saat penderita harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.

“Biaya sehari-harinya itu yang membuat orang tua penderita seringkali mengurungkan pengobatan Silmi,”katanya.***jmb

Facebook Comments
%d bloggers like this: