Cakrawala News
Portal Berita Online

Panglima TNI, Kepala BNPB dan Kabaharkam Polri Cek Puskesmas Balerejo – Madiun

0 708

Madiun, Cakrawala.co – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, dan Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, mengecek Tenaga Tracer Covid-19 yang melaksanakan penerapan aplikasi Silacak (Tracer Digital) dan Inarisk di Puskesmas Balerejo, Kabupaten Madiun, Minggu (1/8/2021).

Tracing merupakan upaya pemerintah untuk mencari suspek dan kontak erat kasus positif Covid-19, sebagai deteksi secara dini orang yang berisiko untuk tertular dan menjadi sakit. Setelah tracing, langkah selanjutnya bakal dilakukan testing dan treatment.

Panglima TNI menyampaikan, kepada tracer yang terdiri dari unsur Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas, bahwa jika ada warga yang terkonfirmasi Covid-19 harus segera dilakukan tracing kontak erat kepada 15 orang terdekat. Langkah selanjutnya dilakukan swab antigen, kemudian dilakukan isolasi mandiri selama 5 hari. Setelah itu melakukan swab PCR, dan apabila hasilnya masih positif, maka isolasi kembali dilakukan.

Hadi juga sempat bertanya kepada salah seorang Babinsa, bagaimana apabila petugas tracer menemui kendala, misalnya masyarakat tidak kooperatif dalam memberikan jawaban. Maka dijelaskan Hadi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas termasuk dari bidan desa akan secara manual mendatangi masyarakat yang dicurigai terkena atau terpapar covid-19.

“Maka dari itu kami berharap kepada masyarakat, jangan enggan untuk mengatakan kepada petugas kalau merasa ada gejala. Karena apa, agar tingkat penularan ke keluarga sangat kecil. Selain itu, saat melakukan isolasi, tim kesehatan lebih mudah melakukan pengawasan dan memberikan, obat-obatan,” tegas Hadi.

Sementara itu, Bupati Madiun Ahmad Dawami menjelaskan, aplikasi Silacak ini untuk kecepatan dan ketepatan tracing warga yang kontak erat dengan kasus Covid-19. Melalui akun yang digunakan oleh para tracer, nantinya bisa langsung input data yang laporannya akan otomatis masuk ke data base. Sedangkan untuk aplikasi Inarisk, digunakan untuk mendeteksi kadar gangguan Covid-19.

Dengan diterapkannya kedua aplikasi ini, Bupati berharap petugas tracer dipermudah dalam melakukan proses tracing. Sehingga dapat menekan angka konfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Madiun. Bupati menyebut, saat ini terdapat delapan Puskesmas yang dialihkan menjadi ruang isolasi khusus pasien Covid-19, untuk menambah bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit.

“Setelah tracing, selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan proses testing, kemudian baru bisa ditentukan treatment apa yang akan diterapkan,” tandas Kaji Mbing, sapaan akrab Bupati Madiun. *(Ayu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.