Cakrawala News
Portal Berita Online

Pakar Universitas Brawijaya : New Normal Life Tentang Kesadaran dan Disiplin

0 33

MALANG, CAKRAWALA.CO – Pakar komunikasi dan management krisis Universitas Brawijaya (UB) Maulina Pia Wulandari S.sos, M.Kom, Ph.D mengatakan, kehidupan baru atau New Normal Life adalah tentang dua hal yaitu kesadaran dan disiplin.

Masyarakat harus memiliki kesadaran dan disiplin dengan gaya hidup baru yang lebih fokus, pada keselamatan dan kesehatan diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

“Sayangnya di Indonesia ini masyarakatnya belum memiliki tingkat kesadaran dan disiplin yang tinggi ,” katanya.

ads bukopin

Pia menambahkan tingkat kesadaran dan disiplin masyarakat yang masih rendah dan perlu ada sanksi tegas yang mengatur, pemberian sanksi tegas akan membentuk masyarakat yang disiplin dan patuh terhadap peraturan.

Seperti contohnya penerapan peraturan pemakaian seragam di sekolah, semua murid patuh karena ada sanksinya yang tegas mengatur jelasnya.

Pia juga menambahkan bahwa “Penerapan sanksi jangan sampai transaksional, kalau penerapan sanksi masih bersifat transaksional dan tidak tegas, masyarakat kita cenderung tidak akan patuh karena karakter masyarakat kita ini masih cenderung suka ngeyel, sak karepe dewe, dan suka menawar, ” terang Pia.

New normal life atau normalitas baru adalah melakukan aktifitas normal dengan menggunakan standart protokol Covid – 19 seperti sesering cuci tangan, menghindari menyentuh wajah, menerapkan etika batuk dan bersin, gunakan masker dan menjaga jarak sosial distancing.

Pia juga mengatakan dalam menerapkan new normal, beberapa lokasi yang beresiko seperti sekolah, mall, tempat wisata dan panti jompo, harus sepenuhnya dididik dan diberdayakan di bawah konsep normal baru selain itu, sistim kesehatan juga harus disiapkan apakah sudah bisa melacak setiap kasus baru.

Dalam menerapkan new normal life kepada masyarakat harus disosialisasikan sesuai karakteristik di Indonesia, bentuk sosialisasinya bisa dilakukan lewat media komunikasi tradisional misalnya pertunjukan wayang , bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan media sosial bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan tujuanya agar hal ini mudah diterima di masyarakat.

“Agar konsep new normal bisa diterima di masyarakat maka sosialisasinya harus di sesuaikan dengan kondisi demografis mereka. Sisialisasinya pada masyarakat desa tentunya bisa dilakukan dengan wayang dan sosialisasi masyarakat perkotaan bisa dilakukan dengan media sosial (medsos) sedang untuk remaja sosialisanya bisa lewat tokoh atau idola dan panutan mereka,” jelasnya. (Teguh/Win)

Leave A Reply

Your email address will not be published.