Cakrawala News
Portal Berita Online

Pagi-pagi, Tenaga Kerja Pabrik Kayu Sudah Mogok, Ada Apa?

BANYUMAS. JATENG. CAKRAWALA.CO – Kamis (13/2) pukul 07.00 sebanyak 334 tenaga kerja pabrik kayu Cebong Imelindo di Desa Tipar Kidul Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas sudah tidak mau bekerja. Ternyata, tenaga kerja dari bagian produksi dan pengeringan kayu menuntut upah per hari naik Rp 10 ribu dari upah sebelumnya Rp 50 ribu kepada manajemen pabrik dengan menggelar aksi damai di halaman pabrik.

Toriah (40), koordinator aksi mengatakan, upah yang selama ini diterima memang jauh dari UMK Banyumas yang mencapai Rp 1.7 juta per bulan. Saat ini tenaga kerja menerima upah Rp 1,250 juta atau Rp 50 ribu per hari. Untuk itu, karyawan hanya menuntut kenaikan Rp 10 ribu per hari yang langsung disampaikan kepada manajemen.

“Walaupun masih jauh dari UMK, kami hanya menuntut kenaikan Rp 10 ribu per hari. Kami sampaikan ke manajemen dan tidak ada kepastian sehingga kami mendatangi kantor pemerintahan desa Tipar Kidul untuk menjembatani tuntutan kami,”jelasnya.

Kepala Desa Tipar Kidul, Handoyo mengatakan, karyawan meminta pemerintahan desa terutama Kades untuk menjembatani dan memperjuangkan tuntutan tenaga kerja karena sebagian besar adalah warga Tipar Kidul. Pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan pihak pabrik bersama pihak Kecamatan Ajibarang dan dinas terkait.

Direktur Cebong Imelindo, Aris Utoyo menjelaskan, sistem penggajian dilakukan setiap bulan dengan melihat absensi atau kedatangan tenaga kerja per hari. “Sistem kami dengan menghitung jumlah hari berangkat atau upah harian. Dan dalam kenyataanya, target kami untuk produksi jauh dibawah standar dengan faktor setiap hari 30 tenaga kerja tidak berangkat. Sehingga kami menyampaikan kepada tenaga kerja untuk memperbaiki etos kerja supaya target terpenuhi dan apa yang menjadi tuntutan bisa terealisasi,” pungkasnya. (Agus Munandar/cakrawala.co)

%d bloggers like this: