Cakrawala News
Portal Berita Online

P2TP2A Cianjur Minta Orang Tua Cegah Perkawinan Dini

0 95

CIANJUR, CAKRAWALA.CO- Maraknya pernikahan dini akhir-akhir ini, membuat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak  (P2TP2A) Cianjur, Jawa Barat meradang. Bahkan dari tahun ke tahun kasus perkawinan dini terus terjadi. Sehingga P2TP2A Kabupaten Cianjur gencar melakukan sosialisasin terhadap Peraturan Bupati No 10 tahun 2020 tentang pencegahan perkawinan usia anak. Dalam sosialisasi yang melibatkan para orang tua tersebut, P2TP2A bekerjasama dengan Lembaga Rumah Kitab.

Ketua harian P2TP2A Lidya Indayani Umar menjelaskan, pernikahan anak dibawah usia dini (pernikahan dini) ada disetiap desa di Kabupaten Cianjur. Akan tetapi seperti fenomena gunung es, ada yang terlihat dan tidak terlihat.

“Terlihat apabila sudah ada korban perkawinan dini, barulah masyarakat melaporkannya.Tidak semua masyarakat atau keluarganya berani melaporkan. Namun, kami harapkan dengan adanya sosialisasi Perbup ini, harapan kami dapat meminimalisir, bagusnya lagi tidak ada lagi kasus perkawinan dini, orang tua harus bisa mencegahnya,” ungkap Lidya pada cakrawala, jumat (27/11)

ads bukopin

Dikatakan lidya, pihaknya ingin masyarakat sadar hukum dan mengerti batas usia pernikahan berdasarkan peraturan baru No 16 Tahun 2019 tentang batas usia menikah bagi laki-laki dan perempuan yaitu berusia 19 tahun sebagai regulasi dari Undang-undang No 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

para orang peserta sosialisasi pernikahan dini

Lidya menambahkan, perkawinan usia dini itu banyak sekali bahayanya seperti berisiko tinggi bagi anak usia dibawah 19 tahun. Dalam pernikahan itu kedua pasangan tidak ada kesiapan dalam mengurus rumah tangga, bahkan beresiko pula dalam melahirkan dan rentan terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hal itu kan berakibat terjadinya kasus perceraian.

“Secara psikologis bisa stres terhadap anak yang melakukan pernikahan dini, karena beban pada rumah tangga begitu berat terutama dalam hal pengsuhan dan tumbuh kembang anaknya,” katanya.

Lidya berharap, Semoga dalam sosialisasi ini semua tokoh masyarakat, tokoh agama, kader posyandu, organisasi masyarakat terutama para orang tua dapat memamahami dan mengerti terkait bahayanya bila terjadi perkawinan dini terhadap anak-anaknya.*** (yan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.