Cakrawala News
Portal Berita Online

Orang Tua Safa Terharu di Bantu Satlantas Polres Cianjur

18

CIANJUR,CAKRAWALA.CO,– Dede Nuraima, warga Kampung Saapan RT 04/02 Desa Sukamaju Kecamatan Cibeber  tersenyum bahagia, saat menerima kunjungan dari Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Cianjur. Polisi lalu lintas ini datang untuk membantu meringankan biaya pengobatan Safa Nuraima yang mederita pembesaran kepala (Hydrocephalus).

Safa Nuraima, bocah berusia dua tahun,  menderita hydrocephalus sejak lahir, bocah malang itu hidup dilingkungan keluarga yang kurang beruntung, bahkan saat ini sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk biaya pengobatan penyakitnya.

Dengan dilandasi rasa kemanusiaan itulah, Unit Dikyasa Polres Cianjur melakukan kunjungan untuk mencoba berbagi dan meringankan beban biaya pengobatan Safa Nuraima.

ads bukopin

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana, melalui Kanit Dikyasa Polres Cianjur Ipda Jaelani, mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari tugas kemanusiaan yang rutin dilaksanakan oleh jajaran Satlantas Polres Cianjur, Sesuai petunjuk dan arahan Kapolres Cianjur, AKBP Arief Budiman,SIK, Msi.l

Jaelani menyebutkan, selain melaksanakan tugas keseharian dengan memberikan sosialisasi tentang keamanan, keselamatan ketertiban serta kelancaran lalu lintas. Jajarannya juga, aktif melakukan kegiatan sosial yang bertujuan untuk lebih mendekatkan antara polisi dengan masyarakat.

“Ini bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang memang membutuhkan bantuan. Mudah-mudahan ini membawa harapan baru bagi keluarga anak tersebut, untuk terus mendapatkan pengobatan yang layak agar dapat kembali sembuh,” kata Jaelani, kepada wartawan, Rabu (11/10/2017).

Sementara itu, Dede Nuraima, ibu dari Safa Nuraima, mengucapkan, banyak terimakasih untuk jajaran Satlantas Polres Cianjur yang telah memberikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan anaknya.

“Terimakasih kepada Bapak Kapolres Cianjur, yang peduli terhadap kesehatan anak saya, semoga anak saya dapat tumbuh seperti anak-anak yang lain, sekali lagi terima kasih pak kapolres, pak kasatlantas,” ucap Dede dengan rasa haru.

Kanit Dikyasa saat bertatap muka dengan orang tua Safa

Dede menyebutkan, penyakit yang diderita anaknya itu tidak diketahui sejak awal. Selama dalam kandungan, tak ada tanda-tanda berbeda yang dirasakan.

“Sejak lahir kondisi kepala anak saya terus mengalami pembesaran hingga sekarang ketika usianya mencapai dua tahun. Sempat dibawa berobat, namun keterbatasan biaya, membuat pengobatan terhenti,” ucapanya.***(ang/d_hen)

 

Comments are closed.