Cakrawala News
Portal Berita Online
ads bukopin

Komisi C DPRD DIY Desak Pemda DIY Perhatikan Daerah Perbatasan

0 15

JOGJAKARTA,CAKRAWALA.CO-sebanyak Tujuh desa yang berada di wilayah perbatasan DIY dengan Jawa Tengah (Jateng) kondisinya dinilai rawan. Ini terjadi karena adanya kesenjangan ekonomi, kemiskinan dan infrastruktur. Hal ini ditemukan saat Komisi C DPRD DIY melakukan kunjungan kerja di perbatasan wilayah DIY Jateng.

Desa-desa tersebut berada di wilayah Gunungkidul yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Klaten dan Sukoharjo Jawa Tengah.

Desa Candirejo Kecamatan Semin berbatasan langsung dengan Kecamatan Weru Klaten. Desa Sambirejo Semin dengan Cawas Klaten, Desa Tancep Ngawen berbatasan dengan Kecamatan Cawas dan Bayat. Desa Tegalrejo berbatasan dengan Kecamatan Bayat, Desa Watugajah berbatasan dengan Kecamatan Wedi dan Gantiwarno Klaten, Desa Sampang berbatasan dengan Kecamatan Gantiwarno dan Desa Serut dengan Kecamatan Gantiwarno Klaten.

Sekretaris Komisi C DPRD DIY, Suparja, mengatakan terjadi kesenjangan infrastruktur yang sangat tinggi. Dia mencontohkan perbatasan DIY dengan Jateng di wilayah Purworejo dan Magelang jalannya sangat halus. Kondisi sebaliknya terjadi di perbatasan Gunungkidul. Jalan-jalan di kabupaten tetangga beraspal hotmix sementara di daerah sendiri sebatas cor dan makadam.

“ Jalan – jalan di daerah Magelang dari Kebumen dan Purworejo ke timur arah Yogyakarta halus. Bisa tidur kalau naik mobil. Tetapi di sini sebaliknya. Orang Klaten mau ke Gunungkidul lewat utara pasti terbangun karena jalannya tidak bagus. Gronjal-gronjal,” ujar Suparjo, sekretaris Komisi C disela – sela peninjauan di daerah perbatasan DIY Jateng di Gunungkidul, Selasa (7/7/2020).

Lebih lanjut Suparjo mengatakan kunjungan kerja ke Dinas PU Klaten dalam rangka koordinasi sinergitas pembangunan wilayah perbatasan, anggota DPRD DIY dari Partai Nasdem daerah pemilihan (dapil) Gunungkidul ini mengajak para pejabat Pemda DIY mau memperhatikan wilayah perbatasan.

“Mengapa? Karena tujuh desa itu bersinggungan langsung dan pergerakan ekonomi warganya berhubungan dengan daerah Klaten dan Sukoharjo. Masalah perbankan, hilir mudik orang cari makan, belanja, kulakan, jual barang, rata-rata ke daerah Klaten,” ungkapnya.

Suparja prihatin ada kesan pertumbuhan ekonomi di perbatasan dan zona luar DIY terabaikan serta kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Kondisi ini harus segera diatasi karena kesenjangan infrastruktur, pembangunan dan ekonomi betul-betul mencolok,” tuturnya.

Lebih jauh sekretaris Komisi C DPRD DIY Suparja mendesak Pemda DIY agar konsentrasi melaksanakan amanat Perda tentang Percepatan Pembangunan Daerah Perbatasan dan Terluar di DIY.

“Ini harus kita laksanakan. Sudah ada perda. Percepatan pembangunan di perbatasan ini untuk mengurangi angka kemiskinan,” tegasnya.

Yang terpenting lagi, kata dia, semua itu demi mencapai visi Gubernur DIY Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja. Artinya, APBD DIY harus benar-benar dialokasikan ke daerah perbatasan.

“Kita ajak betul. Mari para pejabat DIY kita konsentrasi mengatasi kesenjangan daerah perbatasan. Saya tidak mau mengimbau. Kalau di-imbau-imbau terus beliau-beliau tidak serius menangani kesenjangan dan kemiskinan, nanti kita kesulitan,” pungkas Suparjo. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: