Cakrawala News
Portal Berita Online

Oknum Kepala Sekolah di Palangkaraya Terjerat OTT Pungli

0 6

PALANGKARAYA KALTENG CAKRAWALA.CO ,- Tim Gabungan Kejaksaan Negeri Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng)  berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Negeri 8 Kota Palangkaraya.

Dalam OTT  tersebut petugas Kejaksaan Negeri Kota Palangkaraya menduga SA oknum PNS yang menjabat sebagai Kepala Sekolah telah melakukan Pungutan Lian (pungli) terhadap orang tua wali murid.

Modus oknum Kepala Sekolah tersebut dengan meminta uang kepada wali murid jika anaknya mau naik kelas karena anak yang bersangkutan banyak absen sehingga menjadi sasaran empuk oknum Kepala Sekolah tersebut untuk meminta uang demi kepentingan pribadinya atau untuk memperkaya diri sendiri dengan mematok nilai uang anak-anak yang banyak bolos dapat naik kelas.

ads bukopin

Perbuatan SA diketahui berdasarkan laporan salah seorang orang orang tua murid ke Kejari Palangkaraya melalui petugas di Kejari hingga akhirnya pihak Kejari berhasil mengungkap kasus pungli tersebut yang diduga dilakukan oknum  Kepala Sekolah bersama dua orang guru serta barang bukti berupa tiga amplop putih berisi uang tunai, Handphone, tas, dan beberapa dokumen surat yang diduga terkait dengan dugaan kasus tersebut untuk dijadikan barang bukti.

Sejumlah kalangan di Palangkaraya menyesalkan perbuatan oknum Kepala Sekolah tersebut yang masih berani melakukan pungli dengan meminta sejumlah uang dalam rangka memuluskan kenaikan kelas di sekolah tersebut.

Sri Hartati salah seorang ibu di Palangkaraya menyesalkan perbuatan oknum Kepsek itu yang dinilai sebagai perbuatan  yang sangat merusak citra pendidikan di Palangkaraya.

“seharusnya permasalahan itu diselesaikan bukan saat hendak pembagian raport, tapi dipanggil orang tuanya di saat sebelum pembagian raport. Kasus seperti ini sangat mencoreng pendidikan kita dimana oknum kepala sekolah malah  menjadikan tempat bisnis bukan sebagai tempat untuk mencerdaskan anak didik dan membentuk karakter kejujuran dan keilmuan.”kata Sri, Sabtu (29/6/2019)

Sementara itu pihak Kejaksaan Negeri Palangkaraya meminta waktu 1 x 24 jam untuk mementukan status tersangka dari ketiga oknum pendidik tersebut apakah akan ditingkatkan ke penyidikan  atau tidak.

Namun kemungkinan masih ada korban lainnya  yang sudah memberikan uang kepada oknum kepala sekolah atau oknum sekolah. Kini perkara tersebut sepenuhnya sudah ditangani Jaksa Bidang  Tindak Pidana Khusus di Kejari Palangkaraya.***HT

Leave A Reply

Your email address will not be published.