Otoritas Jasa Keuangan Himbau Masyarakat lebih Waspada Terhadap Incash Ilegal

SOLO CAKRAWALA.CO,-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan perusahaan pinjaman online (fintech) INCASH yang diduga melakukan fitnah terhadap nasabah, ilegal. Sesuai peraturan yang berlaku, setiap fintech yang terdaftar tidak dibenarkan untuk mengakses kontak telepon kepada nasabah.

Pernyataan tersebut dikemukakan Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Solo Tito Adji Siswantoro, Kamis (25/7). Sekaligus menanggapi kasus viralnya berita seorang nasabah di Solo yang rela digilir seharga Rp 1,054 juta demi melunasi utang di aplikasi financial technologly INCASH.

“Terkait viralnya berita nasabah di Solo yang sempat dilecehkan oleh debt collector salah satu perusahaan fintech, jelas itu tidak dibenarkan oleh OJK,” ujar Tito, Kamis (25/7). Tito juga memastikan bahwa status dari perusahaan fintech yang bersangkutan (INCASH) ilegal. Sesuai dengan regulasi yang diatur OJK, dikatakannya, setiap perusahaan fintech resmi atau yang terdaftar di OJK hanya dapat mengakses kamera, lokasi dan mikrophone milik nasabah. Untuk pengaksesan lainnya tidak diperbolehkan.

“Kalau ada fintech yang dapat mengakses phonebook milik nasabah, itu jelas tidak dibenarkan. Dan biasa dipastikan itu ilegal,” tandasnya.

Dia mengimbau agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap keberadaan fintech ilegal. Masyarakat yang mengetahui keberadaan atau menjadi korban fintech ilegal, lanjut dia, diminta untuk segera melaporkan kepada OJK. Pihaknya berjanji segera mengambil tindakan dan meminimalisir korban selanjutnya. Sebelumnya, YI (51), seorang karyawan perusahaan garmen di Solo, menjadi korban fitnah fintech INCASH. Pada foto yang viral dan beredar di media sosial, turut disebutkan jika korban siap melakukan apa saja demi melunasi utang di INCASH. Bahkan disebutkan juga bahwa dia rela digilir asal utangnya lunas. Kasus tersebut saat ini sedang ditangani Satreskrim Polresta Solo.(AgB).

 

 

 

 

Facebook Comments
%d bloggers like this: