Nusantara yang Kehilangan Jati Diri  

SURABAYA, CAKRAWALA.CO – Sebagai manusia kita dianugrahkan kelebihan dan kekurangan, ada di setiap kelebihan dan kekurangan setiap seeorang pastilah berbeda, ada yang membawa dampak kebaikan (hal positif) dan ada pula yang berdampak keburukan (hal negatif). 

Namun setiap orang secara individu maupun kelompok yang berusaha menciptakan karya semenjak kecil tentu kalian mendapatkan hasil dari bimbingan seorang guru maupun kedua orang tua dan bahkan dari lingkungan dimana kalian bertempat tinggal. Sudahkah kalian berkarya ? Apa karya terbaikmu saat ini ?

Hari ini, Jumat tanggal 26 april 2019 kita memperingati Hak Kekayaan Intelektual Sedunia. Pengertian Hak Kekayaan Intelektual (HakI) dapat dideskripsikan sebagai hak atas kekayaan yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual yang tumbuh lahir dan tumbuh pada setiap induvidu di dunia ini. 

Banyak hal dalam karya-karya intelektual, baik dibidang seni, ilmu pengetahuan, sastra, ataupun teknologi yang dilahirkan dengan pengorbanan dan perjuanagan, baik tenaga, waktu, dan bahkan biaya.

Waktu terus berlalu, kemajuan teknologi terus berkembang seiring berkembangnya zaman, perubahan demi perubahan telah dilakukan unntuk lebih menghargai hasil karya anak bangsa. 

Namun kenyataanya, di tengah euforia praktek politik yang ada di Indonesia seakan-akan menyingkirkan segalanya. Banyak tragedi dan penelantaran karya-karya anak bangsa yang tidak dihargai dan tidak dapat didukung oleh pemerintah pusat hingga saat ini. Hal tersebut dibuktikan oleh karya-karya anak bangsa yang dihargai dan bahkann dibiayai oleh negara lain.

Mengingat masa lalu dimana hasil karya B.J. Habibie yang berkarya dengan mendesain pesawat terbang dan diproduksi dan bahkan dibiayai oleh negara Jerman. 

Mengingat Nusantara yang lupa jati dirinya tidak lama akan kehilangan sebuah kebudayaan yang jadi kebanggaan orang jawa, kebudayaan yang saya maksud ialah musik gamelan yang seakan-akan tergeser posisinya dengan kebudayaan barat yang mulai dibanggakan oleh pemuda-pemudi Nusantara. 

Akankah ada perhatian khusus untuk hal tersebut? atau hanya untuk dijadikan simpanan lumbunng suara atas kepentingannya? miris bukan? disaat Negeri ini butuh perubahan, namun pemerintahnya sibuk ngurus politik demi kebahagiaan sendiri yang hanya bersifat sementara.

Masihkah masyarakat Nusantara ini diperhatikan setiap karya-karyanya..? akankah masyarakat mendapatkan penghargaan dalam setiap karya yang diciptakannya..?? ataukah hanya elit politik yang bisa mendapatkan penghargaan atas kampanye yang diselanggarakannya..??

Entahlah saya sendiri tidak tahu soal jawabannya, hanya elit politiklah yang tahu akan hal itu. Semoga Nusantara yang dibanggakan oleh para tokoh yang gugur dimasanya tidak benar-benar kehilangan jati dirinya.

Oleh : Farid Ansori (Reng) – Staf Dirjen Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga BEM Unesa 2019 Kabinet Garda Kusuma

Facebook Comments