Cakrawala News
Portal Berita Online

NU Tegas Tolak Kepulangan Kombatan ISIS ke Gorontalo

GORONTALO CAKRAWALA.CO- Isu pemerintah untuk memulangkan kombatan ISIS eks WNI ke Indonesia, khususnya yang akan dipulangkan ke Gorontalo, ditolak secara keras oleh NU Gorontalo.

Pengurus NU Kabupaten Gorontalo Samsi Pomalingo, yang juga merupakan alumni CRCS UGM mengatakan, menolak kepulangan Kombatan ISIS eks WNI itu, menurutnya mereka telah membuang kewarganegaraan mereka, dan untuk itu tidak patut untuk dipulangkan, bahkan jika mereka minta direhabilitasi itu tidak perlu.

“orang-orang indonesia yang saat ini di Surya adalah yang datang sendiri, bukan karena disuruh oleh negara untuk tugas atau hal lain, lalu kemudian tiba-tiba minta pulang dan direhabilitasi, itu bukan persoalan yang mudah, negara harus berhati-hati,” ujar akademisi UNG itu, saat diwawancarai pada Kamis (13/2).

Ia menjelaskan, bahwa para kombatan ISIS itu, pada tataran ideologinya telah mengakar, yang menurutnya sangat sulit untuk dilepas.

“untuk tataran teroris itu berbeda dengan ISIS, karena tataran ideologi mereka(Kombatan ISIS) yang holistik diterapkan, bahkan siapa saja yang bukan bagian dari mereka harus di bunuh,” ucapnya.

Lanjutnya, jika pemerintah ingin memulangkan mereka, maka pemerintah tidak boleh gegabah, dan harus mempertimbangkannya secara matang, serta melakukan pengkajian dengan pihak-pihak NU juga Muhammadiyah untuk dianalisa dengan baik terkait hal tersebut.

Terpisah, Ketua Lakpesdam NU Gorontalo W. Mamonto senada untuk menolak pemulangan Kombatan ISIS Eks WNI ke Gorontalo. Karena, menurutnya itu akan menambah urusan pemerintah.

“Ini bukan persoalan mereka orang indonesia atau tidak, tapi persoalan ideologinya, karena hal-hal yang berbau terorisme sangat rawan, kita harus melihat sampai dimana dia bisa bertobat, karena kondisi masyarakat kita(Gorontalo) masih sangat terbuka untuk  masuknya berbagai paham,” ujar dia saati diwawancari via whatsapp, Jumat (14/2).

Menurutnya, jika nanti pemerintah akan memulangkan mereka(Kombatan ISIS), hal itu bisa saja dilakukan tetapi,  proses yang dilalui sangat panjang, dan harus ada jaminan dari pemerintah bahwa, ketika mereka direhabilitasi paham-paham radikal tidak menyebar lagi.

Dikahir wawancara, ia menghimbau kepada rakyat Gorontalo, harus lebih hati-hati untuk belajar agama, bahkan harus belajar kepada kiyai yang benar, serta jika bicara soal agama serahkan pada ahlinya, jangan sembarangan menilai orang lain toghut.

“ karena indonesia ini adalah bangsa yang majemuk yang terdiri dari bermacam agama dan suku, makanya tidak bisa mengkalim diri paling benar,” tegasnya.***(Fadhil)

%d bloggers like this: