Cakrawala News
Portal Berita Online

Nilai Nilai Tradisi Masyarakat Indonesia

0 75

KABUPATEN TASIKMALAYA JABAR CAKRAWALA.CO -Digitalisasi menimbulkan konsekuensi dan dampak positif maupun negatif, bagaimana relasi sosial berubah dengan adanya teknologi digital. Setiap individu dan komunitas dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga dapat mengembangkan kapabilitas kemampuan mereka. Dengan perkembangan teknologi digital ini maka diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih berkualitas dan lebih beradab.

Namun, di tengah perkembangan era digital, kearifan lokal masih harus terus dijaga. Kearifan lokal berhubungan dengan budaya tertentu dan mencerminkan cara hidup suatu masyarakat. Kearifan lokal muncul dari dalam masyarakat kemudian meluas secara non formal dan dimiliki secara kolektif oleh masyarakat.

Muhammad Satria, Direktur Karang Taruna Institute menjelaskan, kearifan lokal sebuah identitas atau kepribadian budaya bangsa sehingga bangsa tersebut mampu mengolah kebudayaan yang berasal dari luar atau bangsa lain menjadi watak dan kemampuan sendiri.

“Ada tradisi dalam kearifan lokal dan terkandung beberapa nilai seperti estetika, gotong royong, moral, religius dan toleransi, ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (13/9/2021).

Nilai estetik berdasar pada keindahan, berupa warna, bentuk, tema dan motif. Di era digital kehidupan masyarakat dinilai estetikanya dengan dengan menghargai karya seni, mengembangkan desain seni, berkomunikasi dalam seni berbagai keindahan untuk kedamaian. Sedangkan nilai religi mengenai konsep kehidupan religius berupa hubungan yang mengatur manusia dengan Tuhannya. Nilai gotong royong menjadi karakteristik masyarakat Indonesia yang mengandung nilai kebersamaan, nilai kebahagiaan, kesedihan, toleransi, kerja bakti dan tolong-menolong.

Di era digital kehidupan masyarakat dengan nilai gotong-royong di antaranya menggerakkan donasi atau crowd funding, menggerakkan agenda aksi, mempelopori dan memberi contoh yang kita posting di media sosial dengan harapan akan menjadi inspirasi bagi yang lain, jelasnya.

Untuk nilai toleransi, saling menghormati antara satu dengan yang lainnya meskipun berbeda tapi tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, persaudaraan di ruang digital. Nilai toleransi seperti mengharagai pendapat orang lain, menghormati keyakinan orang lain, tidak membahasa isu SARA di ruang digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (13/9/2021) juga menghadirkan pembicara Pradipta Nugrahanto (podcaster), Eko Prasetyo (Pakar Teknologi Informasi), Aidil Wicaksono (entrepreneur, podcaster), dan Clarissa Darwin Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.