Cakrawala News
Portal Berita Online

Nilai – Nilai Budaya Bangsa Modal Utama Hadapi Globalisasi

0 310

 

JOGJAKARTA CAKRAWALA.CO – Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) dan anggota DPR RI menyatakan kekuatan budaya suatu bangsa akan menjadi pondasi dan palang pintu dalam melawan globalisasi.

“ Nilai-nilai kebudayaan dan kebangsaan menjadi modal penting dalam menghadapi  globalisasi. Hal ini penting dalam melawan tantangan diera globalisasi yang semakin pesat dengan dukungan kemajuan teknologi digital. ” ungkap Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, Widodo Muktiyo, pada saat seminar daring bertema ‘Tantangan Budaya dalam Melawan Globalisasi’ yang diselenggarakan oleh Kominfo pada Jumat (24/9).

Hadir pula pada acara tersebut anggota Komisi I DPR RI Sukamta dan akademisi Sutrisna Wibawa.

Dalam penjelasannya Widodo mengatakan bahwa kebudayaan yang dimiliki satu bangsa secara umum memiliki nilai-nilai nasionalisme baik yang diperlihatkan dalam bidang ekonomi, politik, maupun sosial lainnya.

“Namun sayangnya, di negeri kita korupsi, radikalisme, intoleransi dan kesenjangan sosial belum menggambarkan keutuhan bangsa yang sering kita gembor-gemborkan dalam kehidupan kebudayaan kita,” ujarnya.

Sementara itu Sukamta anggota DPR RI dari Fraksi PKS dapil DIY dalam paparannya mengatakan selain menghadirkan kemudahan akses transportasi antar wilayah yang mempersingkat waktu. Globalisasi juga menghadirkan kemajuan teknologi informasi dan digital yang sekarang menjadikan bumi layaknya kampung kecil.

“Membuat berbagai macam hal terkoneksi, terutama bidang ekonomi dan sosial budaya, mengalami perubahan yang sangat radikal,”kata Sukamta.

Sukamta
Meabahkan meski terkoneksi bebas tanpa hambatan, namun kedepannya setiap negara akan membikin standar atau nilai berbeda untuk apa perilaku yang dihadirkan oleh teknologi informasi.

” Karena semua orang, khususnya anak-anak muda sudah melek digital. Maka untuk mempertahankan mereka dari serangan atau infiltrasi perilaku dari luar maka nilai budaya harus menjadi tameng pelindung,” tegas Sukamta.

Nilai budaya dan kebangsaan, imbuh Sukamta haruslah disebarkan lewat media yang sama. Lewat gadget.

” Ini artinya diperlukan rekayasa oleh konten creator untuk menyebarkan nilai-nilai itu guna melahirkan kecerdasan ditigal,” kata Sukamta.

Sementara itu , mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sutrisna Wibawa menegaskan bahwa mempertahankan identitas diri lewat budaya adalah upaya mempertahankan kehidupan di era globalisasi ini. ( Okta/ Santosa )

Leave A Reply

Your email address will not be published.